Kantor Idaman [?]
March 28, 2008 by jmzach
Kalau ditanya tentang kantor idaman, saya pasti akan jawab: r-u-m-a-h. Jawaban tersebut bila sikon-nya memungkinkan he2x, bila tidak … ya pilihlah yang terbaik/ternyaman dari opsi-opsi yang ada. Selain aspek primer (baca infrastruktur) dari kantor, faktor-faktor penentu kenyamanan ini juga bervariasi: mulai dari kemudahan akses transportasi, tingkat kepadatan lalu lintas (kemacetan), fasilitas pendukung: food court, sarana hiburan tambahan lainnya cafe, coffe shop, fitness center dan lain sebagainya. Itu semua merupakan hal yang lazim kita inginkan dan juga telah ditawarkan oleh mangement building di berbagai tempat.
Suatu kali saat dinas di kantor Nokia Australia (foto atas), saya terkesan dengan pemandangan yang menjadi latar belakang kantor yang terletak di pinggiran kota Sydney ini. Tempat favorit saya dari gedung yang terletak di Harriss Street tersebut adalah lantai teratas (lantai 6, lihat foto bawah), dimana ada beberapa ruang meeting, ruang tunggu dengan dinding kaca tranparan menambah jarak pandang mata kita sampai ke beberapa kapal besar & boat yang hilir mudik melintasi sisi sungai tepat dibelakang kantor ini.
Jika ingin hanyut sebentar dengan denyut nadi kapal & boat yang melintasi sungai di belakang kantor ini, coba melangkah ke sisi teras sebelah ujung (belakang) yang memang lapang dan terbuka (open air) untuk memandang Harbour Bridge (sisi Barat Daya, lihat foto bawah) dan Anzac Bridge (sisi Timur) .
Saya sendiri pernah terdiam beberapa saat melihat kapal cargo besar yang melintasi tepat di depan teras tempat saya makan (sisi selatan, lihat foto atas). Saking takjubnya (baca: katro/ndeso-nya) sehingga saya pun tidak sempat mengambil kamera untuk mengabadikannya, sampai akhirnya kapal cargo besar itu hilang dari pandangan mata. Sore hari sepulang kantor, saya cepat-cepat menuju bagian belakang kantor sambil menenteng kamera.
Berjalan menyusuri sungai ini, saat sebuah boat melintasi di saat sang surya bersiap-siap berangkat ke peraduan, buru-buru saya mengabadikannya (saya tidak ingin kehilangan momen seperti sebelumnya lagi). Jadilah foto di bawah ini:
Ehm, so apa moral story dari share sisi lain kenyamanan seperti di belakang gedung kantor ini? Setidaknya ada 2 poin, sbb:
[1] Semoga di Jakarta ada gedung kantor yang seperti ini … Seketika ada yang menyela “You Wish”… setidaknya boleh kan berharap ?
[2] Mungkin masih banyak gedung kantor yang menawarkan sisi lain kenyamanan seperti ini di manca negara. Untuk poin ini, moral story-nya … jika anda belum pernah mendapatkan kesempatan ini, Anda-pun bisa merasakannya (bekerja di sana). Karena apa? … karena kita orang Indonesia mampu!!! sama seperti orang-orang Asia lainnya (Filipina, Tiongkok, India) yang sudah terkenal dengan petualangan “profesionalitas-nya” di mancanegara.






yuk relok ke sana, Jack!
Bos … mau pindah ke sana [SYD] ya?
Good Luck deh … smg terkabul amien
Bagus bangeeeet…..
Saya selalu bermimpi punya kantor sendiri yang nyaman dan indah…tapi kalau nokia itu, indaaah bangeet. Apakah bekerja disitu suasananya seindah kantornya?
*keep dreaming*
Kl bicara indahnya suasana kan relatif ya … masing2x orang punya perspektif berbeda.
Bagi saya pribadi sih suka dengan environmentnya (tidak ada sekat atasan dan bawahan termasuk OBpun) semuanya itu semua bisa terjadi kalau ada nilai R-E-S-P-E-C-T …. kl mau baca coretan2x kecilku ttg respect ini link-nya:
http://jmzach.blogspot.com/2008/02/r-e-s-p-e-c-t.html
mari kita bandingkan, di kantor saya ac-nya mengikuti suhu luar. kalo dingin, akan tambah dingin, kalo panas, dia berubah jadi heater
pemandangan kiri kanan kantor masih tembok tetangga aja.
tapi, harus disyukuri kan, mas Jack?
setidaknya saya juga ndak punya sekat sama OB. kalo butuh apa2 ndak perlu teriak, wong kemana-mana masih deket.
tapi, bekerja di kantor seperti nokia? ya mauuu bangetttt
he2x ya iya … kl bisa lihat kantor tetangga kan berarti di areal itu ada yang menemani di sekitar kantor kita he2x … wah tanpa sekatnya (dalam arti fisik ya) …ya silaturahminya malah tambah sering , lha kelihatan dan mudah untuk berkomunikasi he2x
Saya pernah berkantor di tempat yang mirip selama 4 bulan di Fraunhofer Institute di Berlin. Full elektronik dan canggih + pemandangan indah ke sungai di kota Berlin. Memang dibandingkan ngantor di ITB sih pasti pilih disana.
Tapi, saya masih cenderung pilih ngantor rumah di Bandung dengan jendela memandang ke Bandung Utara, asal ada Internet 24 jam dengan kecepatan yang lumayan.
Lapar? ke dapur dulu! Suntuk? Putar DVD dulu! Ngantuk? Tidur dulu? Ha-ha-ha…., kapan selesainya pekerjaaannya kalau tidur terus?
Salam buat kawan-kawan yang lain!
http://kupalima.wordpress.com
Wah pemandangan di sana, pasti ok punya juga ya? Ditunggu edisi foto dan ceritanya di blg jelajah dunia nih
Kl bicara ttg rumah, pantesan dalam bahasa inggris membedakannya house (dalam arti fisik) dan home (dalam arti yang lebih filisofis, tempat dimana kita selalu ingin pulang meski sudah amat jauh kita pergi) … homesick begitu (bukan housesick ya … kalau yang ini rumahnya sedang “batuk-batuk2x” he2x
nb:OK Pak … nanti saya sampaikan ke teman2x lainnya ex murid Pak Arry
Very Nice pak …
Fotonya bagus-bagus …
Eh iya salam kenal ya pak …
Salam saya …
Salam kenal juga ya Pak Naher
… keep being as the ordinary trainer