Pelajaran di suatu pagi
April 9, 2008 by jmzach
Suatu pagi seorang tunanetra yang mandiri, berjalan dengan tongkat penunjuk jalan sambil memainkan melodi lewat harmonikanya sepanjang Jl. Alkateri Bandung.
Rasanya sering beliau melewati jalan ini setiap Sabtu pagi. Suara harmonika sayub terdengar dan semakin terdengar jelas … pertanda sebentar lagi beliau melintasi warung kopi tempat saya duduk menikmati secangkir kopi susu dan roti telur dadar kegemaran saya di suatu_pagi.
Begitu beliau melintas (terus berjalan) saya buru-buru keluar untuk berjumpa dengannya. Saya mengapresiasi usahanya dengan cara saya yang bisa saya lakukan dan beberapa orang disekitar melakukan hal yang sama (lihat foto di atas)
Usaha beliau sungguh bermartabat, dengan keterbatasanya tidak merintangi tekadnya untuk berusaha mandiri lewat kemampuannya bermain harmonika (bukan dengan jalan mengemis tanpa usaha).
Ini rasanya bisa menjadi refleksi bagi pengemis jabatan/kekuasaan serta pengemis kekayaan yang menafikan kerja keras dan usaha yang lebih martabat. Kitapun juga suka atau tidak suka, dapat dikategorikan sebagai “pengemis” bila mengharap sesuatu tanpa kerja keras dan usaha yang bermartabat.