//
you're reading...
All, Sharing

Akhirnya …

“Sama seperti menulis, saya tidak pernah main-main. I treat these activities more precise, full passion and respect” (JM Zacharias, 2008)

Akhirnya … satu artikel saya dimuat Majalah Selular edisi July 2010 (tentang perkembangan teknologi ponsel/layanannya serta kebudayaannya di Jepang), setelah hampir tiga tahun vakum dari dunia tulis menulis di media cetak. Namun, tradisi sejak tahun 2005 untuk menulis minimal satu artikel untuk media cetak setiap tahun tidak terpenuhi, ya harus melewati siklus dua tahunan (2005-2007) dan tiga tahunan (2007-2010).
Di lain sisi, menulis harus dipacu meski medianya tidak harus selalu di media cetak, namun bisa dengan media apa saja seperti diary, blog, FB note ini. Mengapa perlu dipacu?

Ini bukan kuantitas dan target kegiatan menulis yang harus dicapai, namun bagaimana otak ini bisa dipacu untuk berkarya dan berkontribusi kepada orang lain. Kelihatannya idealis sekali ya? Ehm mulai dari hal kecil dan berusaha sedikit demi sedikit lama-lama yang semula terlihat idealis menjadi realistis … gak percaya? Coba saja deh.
Bagaimana mimpi menjadi kenyataan kalau selalu merasa itu hanya mimpi bukan menjadi visi yang memompa adrenalin dan passion kita untuk berkarya?
Kuncinya hanya satu “Plan what you want to do and … do what you plan ….that’s it!“

Jadi teringat waktu pertama kali menulis artikel beberapa tahun silam, banyak ide-ide yang bersliweran di pikiran dan terus menerus tanpa pola … lalu ambil pena (sekarang bisa pakai notebook he2x) dan tetapkan dulu siapa target pembaca tulisan kita, lalu tuangkan bisa dalam bentuk kerangka konsep/ide bese tujuannya yang merujuk pada siapa target pembaca kita, kemudian langsung tuangkan dan biarkan mengalir.
Masih jelek dan tidak beraturan? Santai saja nanti juga ada fase untuk pembacaan ulang (evaluasi) serta proses editing yang bisa dilakukan berulang-ulang sampai pada akhirnya tahap finishing.
Semua itu butuh waktu dan melalui pembelajaran.

Contoh konsep tulisan

Saat mulai pertama menulis, saya pribadi terinspirasi pada beberapa penulis seperti Onno W Purbo & Budi Rahardjo (pakar IT), Nathanael Daljoeni (pakar geografi) , Prof. Liek Wilardjo (pakar fisika), Hermawan Kertajaya (pakar marketing), Budi Putra (mantan jurnalis Koran Tempo & praktisi Bloger), Antonius Aditya Hartanto (praktisi di bidang software & penulis buku software) serta Dahlan Iskan (mantan CEO Jawa Pos Group dan sekarang Dirut PLN).

Salah satu tip menulis yang saya ingat dari Onno W Purbo dan Nathanael Daljoeni adalah:

pentingnya membuat record informasi yang penting, dalam bentuk manajemen data filing, baik dalam bentuk kartu (sewaktu komputer belum populer) atau folder di komputer berdasarkan klasifikasinya. Informasi-informasi penting inilah, pada lain kesempatan dapat digunakan sebagai referensi saat menulis.

Gaya penulisan yang sederhana penyampaiannya namun sarat pengetahuan inilah yang saya sukai, diinspirasi dari artikel-artikel Hermanwan Kertajaya & Dahlan Iskan. Saya juga belajar dari Budi Putra, bagaimana beliau mengemas suatu tulisannya dengan tema tulisan yang sedang in (walau sudah ada yang menulis dengan tema tersebut) namun tulisannya tetap menarik karena tema itu ditulis dan dikaji dari sudut pandang lain dan sama sekali belum disentuh.

Oh, ya ada satu lagi penulis yang mendapat kredit dari saya yaitu Nany Wijaya (wartawati / Direktur Jawa Pos). Beliau ini sangat piawai dengan spesialisasi liputan yang berkaitan dengan kejadian penting di dunia kesehatan.

Masih ingatkah Anda dengan peristiwa operasi pemisahan kembar siam asal Iran di Singapura, operasi pasien transplantasi ginjal di Cina dimana turut meninjau tim dokter dari Indonesia (RSUD Dr. Soetomo Surabaya) di sana, atau operasi face off di Surabaya? Semua peristiwa tersebut, dengan runtut dan jelas dipaparkan dalam liputannya.

Meski banyak istilah medis & tindakan medis di dalam tulisannya, beliau memaparkan dengan lugas dan dalam bahasa yang mudah dicerna oleh masyarakat yang awam dengan dunia kesehatan sekalipun. Liputannya selalu bukan hanya menarik namun menjadi info/pelajaran baru yang sangat bermanfaat.

Sisi lain dari tulis menulis adalah semangat open source (keterbukaan), tengok saja Budi Rahardjo & Onno W Purbo serta Antonius Aditya Hartanto yang tidak segan-segan untuk berbagi pengetahuan lewat artikel dan tutorialnya (termasuk saya dahulu sering mengunjungi situs mereka dan juga belajar dari artikel dan tutorial mereka).

Beberapa buku terbitan DK

Bagi saya pribadi, isi (content) itu penting … di sisi lain layout itu juga tidak kalah pentingnya. Di toko buku, saya memutuskan melihat layoutnya dahulu, sebelum me-review-nya (membaca cepat) untuk kemudian memutuskan jadi beli atau tidak buku tersebut.

Sebab bagaimana mungkin mengajak untuk membaca buku kalau layoutnya dari awal sudah terlihat rumit, tidak terstruktur dan tidak nyaman untuk dibaca.
Lain halnya kalau itu buku wajib (text book/manual) suka atau tidak suka ya harus dibaca.

Ada beberapa penerbit international yang cukup memegang teguh mutu baik dari sisi isi maupun layoutnya yaitu DK Publishing ( lihat gambar di atas). Buku terbitannya selalu menarik baik buku travelling, photography, buku pelajaran untuk anak dan sebagainya dan juga penerbit Berlitz khusus untuk buku pelajaran bahasa asingnya.

Oh, ya satu lagi … tulisan yang ditorehkan jangan lupa untuk didokumentasikan.

Pendokumentasian ini penting untuk melihat alur perkembangan suatu karya penulisan dan menjadi jembatan untuk melihat masa lalu dalam karya2x lama Anda.

Saya berusaha untuk mendokumentasikan karya saya dalam berbagai kumpulan tulisan berdasarkan temanya misalkan sebagaimana contoh dokumentasi di bawah****

Writing Is The Art. Sisi menarik dari seni tulis menulis ini adalah bagaimana mentransfer nilai/pesan ke pembaca dalam format penulisan yang sederhana (mudah dipahami).
Jadi teringat suatu filosofi guru hebat, bukan karena semata-mata sang guru pintar tetapi karena kemampuannya menerangkan sesuatu yang rumit dalam format yang sederhana (sukses mentransfer pengetahuan kepada murid-muridnya).

Akhirnya, tulisan ini dibuat agar kegiatan tulis menulis menjadi karya yang dapat diapresiasikan sebagaimana mestinya dan memotivasi siapapun yang membaca tulisan ini (terutama yang belum pernah memulai menulis artikel) untuk memulai menulis tanpa harus menunda/menunggu.
Mulailah sekarang juga !
Proses pembelajaran akan terjadi seiring dengan berjalannya waktu.
Selamat menulis!

====================================

Potongan quote-quote saya (dari berbagai media) yang masih relevan dengan tulisan di atas :

*mengapa keinginan untuk menulis itu lebih sulit dari berbicara?
mengapa keinginan untuk membaca itu lebih sulit dari menonton tv?
mengapa?
itu bermula dari kebiasaan saja.
seberapa besar waktu kita dialokasikan,seberapa besar perhatian, energi dan hasrat dicurahkan, pada akhirnya kompetensi adalah harga yang pantas dibayarkan untuk usaha/kerja keras tsb. (JM Zacharias, 2010)

**[bagian sebelumnya dipotong/lihat http://jmzach.wordpress.com/2008/04/16/a-ha/]

Lalu lantas bagaimana dengan follow-up upload foto-foto kategory best photo?

Kapan? …. Sekarang!!??

Ah malas … Kenapa??

Foto adalah barang seni, untuk memperlakukannya pun harus pada saat yang tepat.
Dimana ada hasrat dan imaginasi berkembang melimpah ruah … di saat itulah momentum berseni berada pada titik optimal untuk berkreasi.
Sama seperti menulis, saya tidak pernah main-main. I treat these activities more precise, full passion and respect (JM Zacharias, 2008)

****Dokumentasi:
- kumpulan tulisan perjalanan: http://jmzach.wordpress.com/
- kumpulan pemikiran (dlm bhs Inggris): http://jmzach.blogspot.com/
- portfolio dari berbagai media: http://www.jmzacharias.com/porto.htm

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.