//
you're reading...
All, Sharing

Sang Juara

Baru saja mendarat di Singapura setelah menjalani penerbangan 1 jam 20 menit yang lain dari biasanya… cuaca kurang bagus (ada petir dengan cahayanya kontras membelah kegelapan malam) diperparah turbulensi di sana sini.
Dua puluh menit lewat sudah setelah lepas landas baru terdengar tanda suara “ting” dari pilot untuk para kru bahwa pesawat sudah dalam keadaan tenang setelah lepas landas kemudian lampu dinyalakan, isyarat bagi pramugara dan pramugari untuk bersiap melayani penumpang dan penumpang dapat melepas sabuk pengaman untuk sejenak ke toilet. Thank God akhirnya bisa mendarat dengan selamat di Singapura.

Sebentar lagi saya harus masuk ke perut pesawat “si Combo”, begitu saya menyebut Airbus A380, satu pesawat komersial terbesar dan tercanggih saat ini.

Untuk penerbangan malam (overnight flight waktu hampir 7 jam ini, seperti penerbangan2x sebelumnya khususnya untuk tujuan sama yaitu Tokyo, entah karena kebetulan atau tidak, 2 jam setelah lepas landas (jam lepas landas pesawat dari Changi AP: 00:00) mengalami turbulensi sekitar 20-30 menit tepat di atas Laut Cina Selatan.

Beberapa kali sebelumnya saya pernah mengalami hal ini, dalam waktu dan posisi yang sama, sehingga tidak begitu kaget (siap mental) menghadapi kejadian tersebut. Pada pesawat sebesar itu, masih juga terasa turbulensinya pada waktu yang sama selama 20-30 menit.
Sekedar gambaran seperti apa turbulensinya, bayangkan seperti naik perahu dan terasa hantaman ombak atau naik mobil yang menyusuri jalan nya tidak mulus seperti lewat jalan bebatuan separuh tanah, cuma untuk turbulensi ini medianya udara.

Saya pribadi percaya pesawat ini telah didesain dengan memperhatikan faktor keamanan (safety) dalam menghadapi cuaca yang kadang2x berubah drastis, begitu juga pilot yang mengemudikan pun sudah kenyang jam terbang juga telah mengambil jalur yang se-aman mungkin dengan tingkat resiko yang seminimal mungkin disertai laporan perkiraan cuaca ditambah kondisi cuaca terakhir dari sensor pesawat sertainformasi terkini Air Traffic Controller. Pada akhirnya yang lebih besar dari semua itu, ada Tuhan yang beserta kita.

Terkadang pada kejadian diatas bisa saja ada penumpang yang protes dengan ketidaknyamanan yang dirasakan (misalnya akibat turbelensi tersebut) tanpa mau tahu penyebabnya seperti faktor turbulensi yang kadang datang mendadak dan sudah diantisipasi secara maksimal oleh pilot pesawat.

Moral story dari peristiwa di atas bahwa “turbulensi-turbulensi” itu kadang tidak lepas dari hidup kita.
Siapa sih yang tidak lepas dari turbulensi/goncangan hidup ( baca masalah hidup)?
Terkadang masalah juga bisa terjad tiba-tiba (mendadak) tanpa kita perhitungkan sama sekali sebelumnya, yang kadang terakumulasi serta muncul pertanyaan dalam diri “Kenapa masalah terjadi pada saya, Tuhan?”

Berangkat dari frame peristiwa turbulensi di atas, masalah pun sama dengan peristiwa turbulensi di atas, yang alamiah itu sudah ada dan manusia tidak bisa lepas dari itu.

Oleh karena itu ambil sikap, jadilah the winner (sang juara):
- yang mengubah masalah itu jadi tantangan untuk dihadapi,
- yang berdoa pada Tuhan untuk diberi pundak yang kuat dalam memikul beban (masalah) tersebut,
- yang bisa tetap konsisten menjadi saluran damai sejahtera walaupun ada turbulensi atau masalah hidup, singkatnya tetap konsisten menjadi saluran damai sejahtera dalam kondisi apapun.

OK! Ayo jadilah Sang Juara (bukan sang pecundang)! Tetap berjuang dan berpengharapan kepadaNya.

Permisi mau boarding dulu, sampai jumpa di Tokyo :)
10 January 2010 (22:45 ,GMT +8), Changi Airport-Singapore

Advertisement

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.