<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>JM BLOG</title>
	<atom:link href="http://jmzach.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jmzach.wordpress.com</link>
	<description>sharing and sharing, we life to share</description>
	<pubDate>Wed, 23 Jul 2008 17:11:42 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=MU</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Sendai  earthquake [24 Juli 2008]</title>
		<link>http://jmzach.wordpress.com/2008/07/24/sendai-earthquake-24-juli-2008-0030-3/</link>
		<comments>http://jmzach.wordpress.com/2008/07/24/sendai-earthquake-24-juli-2008-0030-3/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jul 2008 16:38:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jmzach</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jmzach.wordpress.com/?p=146</guid>
		<description><![CDATA[Sendai, 24 Juli 2008, 00.30  [GMT+9]
Baru beberapa  menit  yang  lalu terjadi  gempa di  kota Sendai Jepang  (termasuk  di Hotel tempat  saya  menginap,  Plaza Sendai Hotel). Sampai saat ini (dinihari ini)  TV Jepang menurunkan  berita ttg  gempa  bumi ini dan terus  memutar  rekaman ulang  gempa  yang  terjadi selama 28 detik ini. Saya  berusaha  mencari  tahu  tentang  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Sendai, 24 Juli 2008, 00.30  [GMT+9]</p>
<p style="text-align:justify;">Baru beberapa  menit  yang  lalu terjadi  gempa di  kota Sendai Jepang  (termasuk  di Hotel tempat  saya  menginap,  Plaza Sendai Hotel). Sampai saat ini (dinihari ini)  TV Jepang menurunkan  berita ttg  gempa  bumi ini dan terus  memutar  rekaman ulang  gempa  yang  terjadi selama 28 detik ini. Saya  berusaha  mencari  tahu  tentang  gempa  ini via  internet dan rupanya  belum ada berita  terbaru sampai  dini hari ini (jam 01.00) .</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Tadinya  saya mengira  gempa  tengah  malam ini seperti gempa 2 hari yang  lalu (malam  21 Juli 2008)  yang setelah beberapa  detik akhirnya reda, namun gempa  terakhir ini ternyata  semakin  lama  semakin kencang  dan saya  memutuskan  keluar  kamar sesegera  mungkin  dan  sempat  bertemu dengan kolega saya  (Suriansyah) yang menginap di hotel yang sama dan  segera turun 6  lantai melalui tangga darurat (staircase).</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Sekian  info  terakhir dari gempa bumi di Sendai 24 Juli 2008  dini hari &#8230; dan  semoga  tidak ada  gempa  lagi  dan  tidak  ada  korban yang berjatuhan &#8230; amien.</p>
<p style="text-align:justify;">Sendai, 24 Juli 2008 (pukul 01.21)</p>
<p style="text-align:justify;">Update: baru  jam 02.00 dinihari ini (LIVE di TV Jepang) ada konferensi press  ttg  gempa  ini namun berhubung saya  tidak  bisa  bahasa Jepang  so  I have  no idea  what&#8217;s the information regarding this earthquake.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jmzach.wordpress.com/146/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jmzach.wordpress.com/146/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jmzach.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jmzach.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jmzach.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jmzach.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jmzach.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jmzach.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jmzach.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jmzach.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jmzach.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jmzach.wordpress.com/146/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jmzach.wordpress.com&blog=1938467&post=146&subd=jmzach&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jmzach.wordpress.com/2008/07/24/sendai-earthquake-24-juli-2008-0030-3/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/jmzacharias-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jmzach</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Travelling to Japan [Nagoya &#38; Kyoto]</title>
		<link>http://jmzach.wordpress.com/2008/06/08/travelling-to-japan-nagoya-kyoto/</link>
		<comments>http://jmzach.wordpress.com/2008/06/08/travelling-to-japan-nagoya-kyoto/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Jun 2008 14:47:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jmzach</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Sharing]]></category>

		<category><![CDATA["catatan perjalana"]]></category>

		<category><![CDATA[Jepang]]></category>

		<category><![CDATA[Kyoto]]></category>

		<category><![CDATA[Nagoya]]></category>

		<category><![CDATA[travelling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jmzach.wordpress.com/?p=101</guid>
		<description><![CDATA[Pemandangan dari udara.

&#8220;Hot Towel Sir!&#8221; sapa pramugari halus membangunkan saya tepat jam 07.00 waktu bagian udara (he2x &#8230;  still flying accross somewhere).

Aha &#8230; lumayan sapuan handuk kecil panas di wajah langsung membuat wajah menjadi segar seketika ini  juga  merupakan prosedur standar bagi pramugari/pramugara SQ untuk mulai melayani breakfast penumpang 90 menit sebelum si burung besi bernomor [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><strong><a href="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/06/dsc_0007.jpg"></a><a href="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/06/dsc_0017_bw.jpg"></a><a href="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/06/dsc_0085.jpg"></a><a href="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/06/dsc_1035.jpg"></a><a href="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/06/dsc_0248.jpg"></a>Pemandangan dari udara.</strong></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Hot Towel Sir!&#8221; sapa pramugari halus membangunkan saya tepat jam 07.00 waktu bagian udara (he2x &#8230;  still flying accross somewhere).</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Aha &#8230; lumayan sapuan handuk kecil panas di wajah langsung membuat wajah menjadi segar seketika ini  juga  merupakan prosedur standar bagi pramugari/pramugara SQ untuk mulai melayani breakfast penumpang 90 menit sebelum si burung besi bernomor SQ672 mendarat di Nagoya. Setelah quick breakfast, saya pun melongok ke arah jendela dan sejenak terkesima melihat jelas kota dengan hamparan pemukiman diapit bukit-bukit hijau &#8230; sambil bergumam &#8230;kota apa ini ya? Untuk perkiraan saya  sementara, kota ini adalah Kyoto (bila dilihat dari lokasinya di peta monitor depan kursi saya. Akhirnya, saat berkesempatan mengunjungi Kyoto dan berada di salah satu roof top floor di Kyoto station, saya pun semakin yakin setelah  melihat bukit-bukit yang mengitari kota ini dan tentu saja setelah bertanya  pada rekan saya  yang  berdomisili  di Kyoto.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Centra Air Japan Airport (Chubu Airport)</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/06/dsc_0675_small3.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-106" src="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/06/dsc_0675_small3.jpg?w=300&h=199" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Suasana  di  Centra Air Japan Airport [ltr belakang  pesawat Korea Air]</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya tepat jam 08.30 waktu Nagoya (setelah menempuh 6 jam 25 menit perjalana dari Singapura) roda burung besi yang membawa saya menyentuh landasan dengan mulus. Sambil lalu  saya melihat pemandangan yang menarik dari dalam pesawat,  saya bisa melihat jelas kapal laut yang sedang hilir mudik maklum airport ini terletak dipinggir laut juga (ya mirip dengan  Bandara Sepinggan Balikpapan lah).</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Tips: begitu mendarat di  Jepang, persiapakan diri  dengan tata bahasa Jepang dasar/basic : seperti Subyek (S) +Obyek (O) baru diikuti Predikat (P)  termasuk untuk bahasa sehari-hari untuk   travelling, shopping, asking some helps &amp; etc)  dan  jangan   lupa  pocket <em>dictionary</em> &#8230;kalau-kalau  kita  tidak tahu padanana katanya  dalam bahasa Jepang. Semua  itu  untuk jaga-jaga  kalau ketemu orang lokal  yang tidak bisa  bahasa Inggris  dan  situasi/kondisi seperti ini sangat  sering terjadi di  Jepang.</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pemeriksaan random orang asing oleh polisi lokal</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/06/copy-of-dsc_0173.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-107" src="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/06/copy-of-dsc_0173.jpg?w=300&h=248" alt="" width="300" height="248" /></a>Setelah melewati imigrasi (plus rekam sidik jari &amp;  foto ) dan custom, akhirnya beres dan keluar tepat di  bagian arival sambil clingak sana clinguk sini &#8230; sambil mencari jalan menuju ke MRT dengan jurusan Centra Air Japan Airport (Chubu Airport) menuju ke Nagoya.<br />
Eee, ada seorang dengan jas lengkap sambil menunjukkan lencanannya dan memperkenalkan diri dari kepolisian Nagoya berpangkat Inspektur xxxxxxxx (yang jepas  bukan Inspektur Vijay tentunya  he2x), sambil menanyakan paspor, maksud dan tujuan kedatangan di Jepang, kantor yang akan dikunjungi (bila kita menjawab alasan kedatangan kita karena bisnis) dan mencatatnya dengan seksama. Saya sempat ragu dan minta si polisi ini menunjukkan lencananya untuk kedua kalinya dan dengan senang hati beliau mempertunjukkan lencanannya sampai saya benar2x agak yakin (soalnya masih kaget saja). Saya jadi ingat rekan saya yang tampang melayu juga pernah ditanya dengan sopan oleh seorang polwan dengan prosedur yang sama dengan yang saya alami.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Tips: baiknya dimana kita berada pastikan kita tahu/kenal lambang kepolisian negara yang bersangkutan &amp; prosedur standar kepolisian setempat berkaitan dengan orang asing. Termasuk cek nomor telepon darurat  polisi  di sana (biasannya  pake dial standar internasional  110) dan kalau ada catat nomor  telepon Tourism Police.</p>
</blockquote>
<p><strong>Menuju Nagoya</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Jarak antara Centra Air Japan Airport (Chubu Airport) dengan Nagoya sekitar 46 km dan dapat ditempuh sekitar 35 menit dengan beberapa kereta salah satunya Meitetsu Line (Rapid Limited Express , dengan harga 1200 Yen) yang hanya berhenti di dua statiun antara sebelum sampai di Nagoya station plus ada tv monitor untuk melihat view di bagian depan layaknya kita berada di lokomotif lengkap dengan level kecepatannya seperti foto jepretan saya di seperti foto di bawah ini:</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/06/dsc_0007.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-109" src="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/06/dsc_0007.jpg?w=300&h=199" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Layar monitor  Rapid Limited Express</p>
<p style="text-align:justify;">Ada juga kereta lain yang lebih murah (sekitar 850 Yen) namun pemberentiannya di 10 station antara sebelum mencapai Nagoya station dengan waktu tempuh 45 menit. Kalau  mau naik  taksi  juga  bisa  tapi  mahal banget, saya  pernah  lihat rate-nya  di  website  sekitar 15.000 Yen ( hampir  10x harga tiket kereta api dan  jangan  coba2x  kurskan ke  rupiah wus  &#8230; langsung  pingsan  lihat  hasil kursnya  jadi  Rp. 1.500.000,00 &#8230; kl  gak pingsan  &#8230; berarti  Anda  masuk kategori mapan  ha2x.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Nagoya Station</strong><br />
Sampai di Nagoya, saya langsung menuju hotel yang memang letaknya di dalam atau merupakan bagian yang terintegrasi dengan Nagoya station. Saya perhatikan ada dua hotel yang terintegrasi dengan Nagoya station ini yakni Marriot Nagoya Terminal Hotel &amp; Associa Nagoya Terminal Hotel yang juga berdampingan dengan JR Takashimaya serta terminal bis. Nagoya station ini cukup besar yang merupakan interchange dari beberapa kereta baik yang dari airport, Shinkansen (Tokyo-Nagoya-Osaka) maupun subway (kereta di bawah tanah yang menghubungkan sentra-sentra  di kota Nagoya. <a href="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/06/02062008004.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-132" src="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/06/02062008004.jpg?w=300&h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Saya sendiri sempat tidak percaya, melihat keramaian orang-orang yang luar biasa padatnya di station ini yang berjalan sangat cepat (mungkin mengejar kereta berikutnya?). Kalau kita lihat dari lantai atas, terlihat seperti segerombolan semut yang banyak sekali yang bermigrasi dari satu tempat ke tempat lain dan bertemu gerembolan semut yang lain dengan tidak kalah banyaknya dari arah yang berbeda. Dan  satu  lagi, profesional yang wira-wiri di seputaran  Station Nagoya dan sekitarnya rata-rata  modis  dan trendy lengkap dengan  stelan lengkap jas untuk profesional  pria-nya seperti foto di bawah:</p>
<p style="text-align:center;"> <img class="aligncenter size-medium wp-image-110" src="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/06/dsc_0017_bw.jpg?w=300&h=153" alt="" width="300" height="153" /><strong></strong></p>
<p style="text-align:center;">Profesional  muda  lengkap dengan jasnya</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Nagoya kota bersepeda dan merokok</strong><br />
<a href="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/06/dsc_00821.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-112" src="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/06/dsc_00821.jpg?w=122&h=151" alt="" width="122" height="151" /></a>Nagoya surga untuk bersepeda dan merokok di bis/kereta api (termasuk kereta api cepat Shinkansen jurusan Kyoto-Nagoya-Tokyo). Tidak heran kl sepeda dimanjakan dengan area parkir khusus dan pejalan kaki harus awas karena ada pesepeda yang cukup kencang dan manuver layaknya pesawat tempur yang muncul dari belakang maupun dari depan kita. Oh ya tentang hal rokok/merokok, saya perhatikan di bis/rumahmakan bahkan di Shinkansen (kereta api cepat) perokok dimanjakan dengan kondisi ini, dengan santainya mereka merokok di ruangan ber-AC tersebut. Khusus di kereta api Shinkansen saya perhatikan seperti ada semacam alat penghisap asap.Di lain pihak,khusus untuk  wilayah  publik seperti station, taman  atau jalan/halte bis memang  dilarang  untuk merokok.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Shinkansen (The Bullet Train)</strong></p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-113" src="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/06/dsc_0085.jpg?w=300&h=199" alt="" width="300" height="199" /></p>
<p style="text-align:center;">Shinkansen saat  akan memasuki Nagoya Sta.</p>
<p style="text-align:justify;">Ikwal tentang Shinkansen ini sudah lama saya dengar sejak saya kecil. Dengan bentuk lokomotif yang mirip moncong pesawat begitu aerodinamis dan menyatu dengan gerbong-gerbongnya, so saya sudah merencanakan untuk menggunakan Shinkansen untuk perjalanan saya Nagoya-Kyoto-Osaka. Shinkansen (The Bullet Train) ini merupakan kebanggaan transportasi cepat oleh bangsa Jepang, selain itu kereta ini pemersatu/penyambung antar kota di seluruh Jepang. Saya pun menumpang Shinkansen dari Tokyo dari Nagoya menuju Kyoto dengan harga tiket 5600 Yen sekali jalan (Rp.560.000,00). Kalau harga tiket Tokyo-Nagoya 10.000 Yen (Rp. 1.000.000,00). Pembelian tiket dapat dilakukan dengan tiket machine dengan kartu kredit.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Tips: pastikan kartu kredit anda sudah dilengkapi PIN, karena saat pembayaran Anda harus memasukkan PIN tersebut).</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Kalau anda berencana pulang pergi dalam kurun waktu dua hari, anda dapat memesan round trip ticket dan dapat pulang-pergi kapan saja asal dalam dua hari yang telah ditentukan tersebut (dengan catatan pemesanan tiket Anda bukan yang seat reservation). Dan kalau berangkat dengan tiket no reservation (tidak reservasi)  tiket untuk gerbong 1-3, siap2x saja untuk berdiri pada weekend karena Shinkansen ini memang penuh untuk orang yang balik dari mudik untuk kerja di hari Seninnya. Andapun dapat merencanakan  jam berapa  anda  ingin berangkat/sampai di kota  tujuan dengan bantuan travel planner di link ini <a href="http://www.tabi-o-ji.com/shinkansen/schedule/schedule_en.html">http://www.tabi-o-ji.com/shinkansen/schedule/schedule_en.html</a> .</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kyoto Station</strong><br />
<a href="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/06/imga6034.jpg"></a><a href="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/06/dsc_0259.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-115" src="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/06/dsc_0259.jpg?w=199&h=300" alt="" width="199" height="300" /></a>Begitu sampai Shinkansen sampai di Kyoto Station, saya segera bersiap keluar dan melangkah di platform station  sambil bersiap untuk mengambil foto beberapa Shinkansen yang hilir mudik dari Osaka dan dari arah Nagoya/Tokyo. Kemudian saya, menuruni tangga melewati underpass menuju shop area &amp; resto di bagian bawah sebelum menuju bagian exit.<br />
Sesaat akan keluar dari Kyoto Station ternyata bagian ini ternyata yang paling besar sekali, dengan bagian atas dihiasai platform baja dengan arsitektur yang menarik. Pada bagian ini terdari dari beberapa level, dimana di tempat ini meupkan interchange antara kereta Shinkansen, Subway (kereta bawah tanah) &amp; bis. Coba saja naik eskalator ke bagian atas, maka ada panggung dengan anak tangga bertingkat ke atas untuk para pononton duduk. Kebetulan pertunjukkan pada taganggal 1 Juni 2008 lalu adalah orkrestra dari beberapa pelajar SMU se Kyoto. Kalau mau lihat kota Kyota coba naik eskalator ke level yang paling atas dan Anda bisa menikmati kota Kyota dari berbagai arah sambil bersantai pada taman di tengahnya.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/06/dsc_0304.jpg"><img class="size-medium wp-image-116 aligncenter" src="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/06/dsc_0304.jpg?w=300&h=193" alt="" width="300" height="193" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Pertunjukan  orkestra siswa SMU di Kyoto station</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kyoto</strong><br />
Berbicara tentang Kyoto ya tentu, ingatan langsung melayang pada kota peradaban Jepang jaman dulu dengan peninggalan2xannya seperti kuil-kuil. Saya sih cuma sempat mengunjungi dua kuil di seputaran kota Kyoto. Dan puas memfoto Kyota Tower yang begitu eksotik menjelang senja.  </p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-117" src="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/06/dsc_1035.jpg?w=300&h=199" alt="" width="300" height="199" /></p>
<p style="text-align:center;">Pelataran  atas Kyoto Sta ini cocok  untuk &#8220;mojok&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Nagoya Castle<br />
</strong>Nagoya Caslte udah masuk dalam urutan prioritas yang wajib dikunjungi. Untuk mencapai saya harus naik Subway dua kali ganti kereta (transit di Sakae Station) dan berhenti di CityHall. CityHall ini ya juga peninggalan jaman dulu seperti layaknya gedung pusat pemerintahan. Untuk mencapai Nagoya Castle tidak sulit cukup jalan kaki sekita 2-3 km sepnjang  Dekimachi-dori road dan sampai deh di sana. Yang  mengesankan saya  waktu saya  salah  ambil  jalan alias  nyasar dan setelah nanya arah  Nagoya Castle  mana dalam  bahasa Jepang yang pas-pas2xan (red: orang lokal  lebih mengenal Nagoya  castle  dengan naman  <em>Donjon</em>), akhirnya  saya  sampai di sana. Benar juga  kata  penduduk lokal itu  &#8220;Kamu  jalan  sedikit dan setelah jembatan penyebrangan itu, kamu bisa  melihat  puncak Nagoya Castle dari kejauhan&#8221;. Dan saya pun  takjub saat sudah  lelah karena  salah jalan dan  melihat  Nagoya  Castle dari kejauhan seperti foto  yang saya  ambil dibawah ini:</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/06/dsc_01187.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-125" src="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/06/dsc_01187.jpg?w=309&h=228" alt="" width="309" height="228" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><em>Foto Nagoya Castle dari kejauhan</em></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Bangunan yang begitu eksotik, begitu menyihir saya saat terlihat menyembul dari rimbunan pohon-pohon. Kamera saya terus menyalak mengabadikan Nagoya Castle di sore hari itu meski gerimis hujan turun.</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/06/dsc_0007.jpg"></a><a href="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/06/dsc_0017_bw.jpg"></a><a href="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/06/dsc_0085.jpg"></a><a href="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/06/dsc_1035.jpg"></a><a href="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/06/dsc_0248.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-126" src="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/06/dsc_0248.jpg?w=199&h=300" alt="" width="199" height="300" /></a>Suara burung serta binatang rusa yang mengitari parit sekitar Nagoya Castle tersebut menambah suasana menjadi  khas. Setelah hampir dua jam sibuk berfoto ria, saya memutuskan masuk ke dalam bangunan tersebut. Bangunan dengan tujuh tingkat ini sudah pernah dipugar untuk menambah kekuatan kontruksinya tanpa merubah bentuk aslinya. Pada tingkat 1- 6, disajikan maket area Nagoya Castle yang luas itu, rumah-rumah tradisional  Jepang yang di sekitar nya lengkap dengan tata lampu dan audio visual yang memberi gambaran pada kita bagaimana suasana daerah pemukimana tersebut (subuh menjelang pagi, siang, senja dan malam) &#8230; lewat bantuan audio visual, meski tanpa  guide  sekalipun  pengnjung dapat merasakan suasana tersebut. Sambil menyusuri tangga kayu yang asli dengan penguat besinya, akhirnya  sampai ke tingkat teratas yaitu bagaian puncak (lantai 7). Dari sini kita dapat melihat dari semua penjuru arahmata angin dengan teropong. Saya sendiri langsung mengabadikan dari semua penjuru lewat kamera SLR saya. Kalau Anda tidak kuat menaiki tangga, ada lift yang siap mengantarkan Anda ke atas.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Oh, ya ikuti petunjuk dan larangan seperti dilarang menggunakan flash pada lantai tertentu dan ada area tertntu yang kita tidak boleh memotret sama sekali.</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong>Bunga</strong><br />
<img class="alignnone size-medium wp-image-108" src="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/06/hydrangea.jpg?w=300&h=199" alt="" width="300" height="199" /></p>
<p style="text-align:justify;">Bunga Hydrangea</p>
<p style="text-align:justify;">Bunga  ini saya temukan di roof top  Kyoto Station [Kyoto]. Yang namanya bunga-bunga di Jepang &#8230; banyak macamnya apalagi kl pas awal April - Mei wuih plus bunga sakura yang indah itu. Ada juga taman yang khusus untuk wild flowernya &#8230; bunga-bunga liar namun indah.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Oasis 21 &amp; Nagoya TV Tower</strong><br />
<a href="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/06/dsc_0030.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-127" src="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/06/dsc_0030.jpg?w=300&h=199" alt="" width="300" height="199" /></a>Terletak di daerah Sakae yang merupakan daerah hang out di Nagoya ini (bisa dibilang Orchard road-nya ala Singapore atau kawasan Nanjing road ala  Shanghai  di Nagoya). Oasis 21 merupakan terminal bis di bawah tanah dengan arsitektur yang kontenporer dengan bagian yang terbuka ke arah jalan serta bagian atas (roof floornya) yang transparan dan pengunjung bisa melihat Nagoya TV Tower dan sekitarnya  semakin dekat.<br />
Ada beberapa tempat lainnya yg tidak sempat saya kunjungi: Noritake (tempat pembuatan alat2x makan tradisional Jepang), Toyota Museum, Maritime Museum dengan view melihat Pelabuhan Nagoya (Nagoya Port/Nagoyako).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Unik </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Di Jepang, vending machine (konter minuman/rokok otomatis)  adalah  hal yang lumrah dan it a must provided at any places termasuk pinggir jalan. Ya  kalau dibandingkan dengan kita (di Indonesia)  ya  vending  machine sebanding  dengan jumlah warung  rokok kecil   yang ada pinggir jalan.  Waktu  jalan kaki seputaran kota  Nagoya  saya  menemukan vending  machine dengan  tulisan  <em>Gudang Garam Nusantara</em> wah seneng  juga  ada  produk nasional masuk pasar  Jepang he2x.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/06/dsc_0123_-dsc_01251.jpg"><img class="size-medium wp-image-130 aligncenter" src="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/06/dsc_0123_-dsc_01251.jpg?w=300&h=199" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Foto vending machine Gudang Garam Nusantara di Nagoya</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hotel Unik</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/06/dsc_0031.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-131" src="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/06/dsc_0031.jpg?w=199&h=300" alt="" width="199" height="300" /></a>Saya extend tiga hari setelah dinas  lima  hari di Nagoya, so  saya  pindah  hotel  cari yang lebih murah dan atas  bantuan  rekomendasi  rekan2x di milis  Jalan Sutra dan IA-ITB, dapatlah Super Hotel  Nagoya Ekimae dengan rate 1/2 dari rate  harga  hotel  saya  sebelumnya (11.000 Yen/night). Jadi lah saya  check-in, saat itu  kita  langsung bayar untuk tiga hari ke depan karena di hotel ini  tidak ada prosedur  check-out and  bagaimana pengembalian kartu akses ke kamar bila  tidak ada check-out? ho-ho di hotel ini  tidak pakai  kartu2xan semacam itu, yang berlaku ya  sistem PIN (mau buka  pintu: pejet PIN kamar Anda!), jadi  begitu  lewat jam check-out ya  PIN kamar Andapun akan  expired. Hotel  ini  masih terletak disekitar  JR Nagoya station dan  yang  menariknya  saya  dapat kamar  yang  jendelanya  langsung  menghadap  ke rangkaian rel-rel dari JR Nagoya station ini dan tentu saja  tiap 5-7 menit  Shinkansen (kereta api cepat  Tokyo-Nagoya-Osaka) tak bosan-bosannya  lewat  di depan kamar eh malah lewat  meja  saya  he2x ndak percaya ? (lihat foto di sebelah ini).</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Tips:  Perlu diperhatikan  jam  check-in di Jepang sekitar jam 15.00 dan  jam check-out nya  sekitar pukul 10.00/11.00.  Saya  pernah  check-in 2 jam lebih cepat pada suatu hotel dan  harus  menambah biaya  ekstra 2400 Yen dan pada  hotel  yang  lain  ada  juga  yang cukup tegas  dengan aturan itu<em> </em>alias  saya  harus  nunggu sampai  check-in jam 15.00. So  yang paling sengsara  saat pindah hotel  dari satu daerah ke  hotel  lain  seperti pengalaman  saya  kemarin yang harus  check-out  jam 10.00/11.00 sedangkan  baru bisa  check-in di hotel  lain  baru jam 15.00 so  ya  nongkrong  dulu  di kafe  he2x killing time deh yang jadi solusinya.</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kuliner</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Terus  terang selama  beberapa hari di Nagoya, saya  makannya  yang standar dalam kemasan di area JR Takashimaya Food Court  (sisi basement-nya) ya  tinggal  nunjuk  makanan  yang  sudah ada  harganya yang  ada di display sambil bilang &#8220;<em>Kore o kudasai</em>&#8221; (artinya: Tolong beri yang  ini). Range  makanan di  Nagoya  ini  dari yang  ala kadarnya mulai dari 500 Yen (Rp. 50.000,00) sampai  1600-an Yen (Rp. 160.000,00) yang sudah jelas  dijamin kenyang banget alias menunya  komplet banget pernak-perniknya. Saya sempat diajak makanan di  suatu resto yang terkenal (di daerah Sakae)  dengan  masakan  terkenal yang berasal dari Nagoya yaitu Hitsumabushi ya  semacam ikan yang  berbentuk mirip ular  yang  hidup di air  tawar/danau  ( dalam  bahasa Inggris  dikenal  dengan istila  eel). Definisi dari eel ini  saya  kutip dari <a href="http://www.oup.com/oald-bin/web_getald7index1a.pl">http://www.oup.com/oald-bin/web_getald7index1a.pl</a> adalah sbb:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span class="nim"><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span class="nim"><span style="font-size:small;">a long thin sea or </span><span class="nim"><span class="nimsmcap"><span class="nimsmcap"><span style="font-size:x-small;">freshwater</span></span></span></span><span style="font-size:small;"> fish that looks like a snake. There are several types of <span class="nim">eel</span>, some of which are used for food</span></span><span style="font-size:small;"><span class="nim">: </span><span class="nimital">jellied eels</span></span></em></span></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span class="nim"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:small;"><span class="nimital">Jadi Hitsumabushi kalau dalam  bahasa Inggris diartikan menjadi  <em>Grilled Eel on Rice.</em> Makanan ini  enak  banget &amp;  gurih disajikan  dengan cara dibakar dengan  kecap manis ehm, membuat makanan  yang  harganya 1600 Yen (Rp. 160.000,00) per paketnya layak untuk di coba  bila  Anda  berada di Nagoya (tepatnya di daerah Sakae). Saya  tidak sempat mencatat  alamatnya karena  alamatnya ditulis dalam aksara Jepang so saya pun berharap unutk  melihat  websitenya sehingga  bisa mempelajari lebih dalam  ttg makaanan ini beserta  resto-nya. Namun perkiraan saya  salah, begitu klik link resto-nya <a href="http://www.hitsumabushi.com/">http://www.hitsumabushi.com/</a> ternyata websitenya  bertuliskan  aksara Jepang &#8230; lho? Saya pun mencari referensi makanan  ini, di paman google dan  kalau anda  tertertarik untuk melihat  seperti apa  makanan ini klik aja link2x berikut ini:</span></span></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span class="nim"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:small;"><span class="nimital">- <a href="http://fiveprime.org/hivemind/Tags/eel,nagoya">http://fiveprime.org/hivemind/Tags/eel,nagoya</a> </span></span></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span class="nim"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:small;"><span class="nimital">- </span></span></span></span><span class="nim"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:small;"><span class="nimital"><a href="http://www.japan-hopper.com/2007/12/21_181226.php">http://www.japan-hopper.com/2007/12/21_181226.php</a></span></span></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span class="nim"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:small;"><span class="nimital">-<a href="http://www.ncvb.or.jp/en/contents/sightseeing/gourmet/">http://www.ncvb.or.jp/en/contents/sightseeing/gourmet/</a>  (Untuk makanana yang  recomended di Nagoya)</span></span></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span class="nim"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:small;"><span class="nimital">Oh, ya  kalau mau beli oleh-oleh makanan  ya  ada satu  tempat  yang recomended yakni  di dalam JR Nagoya Station yakni GIFT STATION. Sempat  pas  hari Minggu malam  kemarin  terjadi  antrean  panjang  orang yang akan  berpergian dan menyempatkan diri  berbaris  untuk membayar oleh-oleh makanan yang mereka beli seperti foto di bawah  ini:</span></span></span></span></p>
<p style="text-align:center;"><span class="nim"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:small;"><span class="nimital"><a href="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/06/01062008017.jpg"><img class="size-medium wp-image-133 aligncenter" src="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/06/01062008017.jpg?w=300&h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></span></span></span></span></p>
<p style="text-align:center;"><span class="nim"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:small;"><span class="nimital">Antrian panjang  saat  membayar di Gift Station </span></span></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span class="nim"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:small;"><span class="nimital">Oh, ya  saya  juga  punya  lenggananan  di foodcourt JR Takashimaya (basement) yakni  <em>FAUCHON Paris bakery</em> khususnya  roti  gandum dan bahkan ice cream mocha-nya  yang  juga  disajikan di pesawat  Singapore  Airline  saat  terbang dari Nagoya  menuju Singapura.</span></span></span></span></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"> nb: Tulisan  ini  akan terus  di-update termasuk dengan foto-foto   yang relevan &#8230; so sabar  ya! Untuk  laporan  pandangan  mata  dari foto  bisa  dilihat di  <a title="Foto-foto di Jepang" href="http://www.flickr.com/photos/jmzach"><span style="color:#265e15;">flikcr saya</span></a> (tapi terus  saya update, soalnya  masih  banyak  foto-foto  jepretan saya  di sana yang  yang belum saya  sortir).</p>
</blockquote>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jmzach.wordpress.com/101/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jmzach.wordpress.com/101/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jmzach.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jmzach.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jmzach.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jmzach.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jmzach.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jmzach.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jmzach.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jmzach.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jmzach.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jmzach.wordpress.com/101/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jmzach.wordpress.com&blog=1938467&post=101&subd=jmzach&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jmzach.wordpress.com/2008/06/08/travelling-to-japan-nagoya-kyoto/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/jmzacharias-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jmzach</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/06/dsc_0675_small3.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/06/copy-of-dsc_0173.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/06/dsc_0007.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/06/02062008004.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/06/dsc_0017_bw.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/06/dsc_00821.jpg?w=199" medium="image" />

		<media:content url="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/06/dsc_0085.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/06/dsc_0259.jpg?w=199" medium="image" />

		<media:content url="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/06/dsc_0304.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/06/dsc_1035.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/06/dsc_01187.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/06/dsc_0248.jpg?w=199" medium="image" />

		<media:content url="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/06/hydrangea.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/06/dsc_0030.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/06/dsc_0123_-dsc_01251.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/06/dsc_0031.jpg?w=199" medium="image" />

		<media:content url="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/06/01062008017.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>RBT ad-service</title>
		<link>http://jmzach.wordpress.com/2008/04/28/rbt-ad-service/</link>
		<comments>http://jmzach.wordpress.com/2008/04/28/rbt-ad-service/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Apr 2008 16:41:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jmzach</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jmzach.wordpress.com/?p=94</guid>
		<description><![CDATA[Ah saya hanya ber-nostalgi sambil membangunkan salah satu artikel lama saya yang saya pikir masih relevan pada saat ini. Membangunkan artikel lama?

Ya , &#8220;RBT ad-service. Sebuah Gagasan Redefinisi Peran Konsumen Layanan Selular&#8221; inilah judul artikel yang pernah saya tulis September 2005 (hampir tiga tahun silam) di Majalah Selular.

Lantas, apa urusan-nya sampai artikel lama ini dibangunkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ah saya hanya ber-nostalgi sambil <em>membangunkan</em> salah satu artikel lama saya yang saya pikir masih relevan pada saat ini. Membangunkan artikel lama?</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Ya , &#8220;<em>RBT ad-service. Sebuah Gagasan Redefinisi Peran Konsumen Layanan Selular</em>&#8221; inilah judul artikel yang pernah saya tulis September 2005 (<em>hampir tiga tahun silam</em>) di Majalah Selular.</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Lantas, apa urusan-nya sampai artikel lama ini dibangunkan lagi?</p>
<p style="text-align:justify;">Ehm, sekedar rasa penasaran saja seiring hampir tiga tahun berjalan ini, apakah isue redefinisi peran konsumen layanan selular bagian dari implementasi <em>RBT ad-service</em> ini, apakah sudah ada yang meng-implementasikannya atau baru sebatas angan-angan itu saja. Oh, ya  ada  juga  tulisan  di situs  Reuters yg  membahas peningkatan <a href="http://www.reuters.com/article/technologyNews/idUSL2160737920080521?feedType=RSS&amp;feedName=technologyNews&amp;pageNumber=1&amp;virtualBrandChannel=0" target="_blank">tren iklan melalui  telepon genggam</a> yang  nantinya diperkirakan akan menjadi platform strategis  oleh  marketer ini (Reuters, Wed May 21, 2008 4:30pm EDT ).</p>
<blockquote><p>Wait2x, apa itu RBT ad-service &amp; keterkaitan dengan isue redefinisi peran konsumen layanan selular ?</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Saya agak malas menuliskan-nya kembali lagi di sini, lebih baik baca arsip artikel tersebut ya &#8230; yang editing-nya dan lay out-nya lebih nyaman untuk dibaca ( banyak alasan ya) &#8230; tenang, sudah saya scan kok di <a href="http://www.jmzacharias.com/rbt.jpg">http://www.jmzacharias.com/rbt.jpg</a> &#8230; please, ok?</p>
<blockquote><p>Kalau sudah membacanya, lepas dari ide awal awal membangunkan artikel tersebut, bila Anda punya input, opini atau informasi yang relevan &#8230; please silakan share ya.</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Btw, lewat usaha [1] mendokumentasikan artikel yang pernah saya buat seperti artikel lama ini, [2]melihatnya ternyata terlihat masih <em>hidup </em>di saat ini, serta [3] membangunkannya dengan penuh daya upaya ini &#8230; saya percaya bahwa waktu bukanlah sebagai <em>barrier</em> (baca penghalang) dari suatu karya &#8230; bila karya itu relevan dari suatu waktu ke waktu.</p>
<p><em>Moral story</em>: dokumentasikan apapun karya Anda, seberapapun jelek-nya karya itu &#8230;</p>
<blockquote><p>Waktu-lah yang menjadi bagian dari proses dimana suatu karya bermetafosa menjadi sebuah karya yang lebih bernilai dari waktu ke waktu. Dan proses itulah yang dinamakan: P-E-M-B-E-L-A-J-A-R-A-N</p></blockquote>
<p>wuih berfilosofis &#8230; biarin aja &#8230; yang penting menjadi motivasi untuk lebih baik <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jmzach.wordpress.com/94/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jmzach.wordpress.com/94/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jmzach.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jmzach.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jmzach.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jmzach.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jmzach.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jmzach.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jmzach.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jmzach.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jmzach.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jmzach.wordpress.com/94/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jmzach.wordpress.com&blog=1938467&post=94&subd=jmzach&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jmzach.wordpress.com/2008/04/28/rbt-ad-service/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/jmzacharias-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jmzach</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>A Ha!</title>
		<link>http://jmzach.wordpress.com/2008/04/16/a-ha/</link>
		<comments>http://jmzach.wordpress.com/2008/04/16/a-ha/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 17:52:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jmzach</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jmzach.wordpress.com/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[
Sebelum pulang  kantor saya sempat mengecek inbox  email saya, surprisingly  ada  email dengan Subyek : [Flickr] Schmap: Australia Photo Short-list  yang isi-nya sbb:  
(bagian info link /identitas  pengirim saya hide):
:: Schmap: Australia Photo Short-list
Hi jmzach,
I am writing to let you know that one of your photos has
been short-listed for inclusion in the second edition of
our Schmap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:left;"><a href="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/04/inbox.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-93" src="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/04/inbox.jpg?w=500&h=109" alt="" width="500" height="109" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Sebelum pulang  kantor saya sempat mengecek inbox  email saya, surprisingly  ada  email dengan Subyek : [Flickr] Schmap: Australia Photo Short-list  yang isi-nya sbb:  </p>
<p style="text-align:justify;">(bagian info link /identitas  pengirim saya hide):</p>
<blockquote><p>:: Schmap: Australia Photo Short-list<br />
Hi jmzach,</p>
<p>I am writing to let you know that one of your photos has<br />
been <em>short-listed for inclusion</em> in the second edition of<br />
our Schmap Australia Guide, to be published mid-xxxxx 2008.</p>
<p>Clicking this link will take you to a page where you can:<br />
&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;, many<br />
photographers are pleased to submit their photos, as Schmap<br />
Guides give their work recognition and wide exposure, and<br />
are free of charge to readers&#8230;&#8230;  Our submission deadline is xxxxxxxx.</p>
<p>Best regards,</p>
<p>xxxxxxxxxxxxx,<br />
Managing Editor, Schmap Guides</p></blockquote>
<p><em>dan email  berikutnya:</em></p>
<blockquote><p>:: Schmap Australia Second Edition: Photo Inclusion</p>
<p>Hi JM Zacharias[jmzach],</p>
<p>I am delighted to let you know that your submitted photo<br />
<strong>has been selected for inclusion</strong> in the <em>newly released<br />
second edition of our Schmap Australia Guide</em>:</p>
<p>&#8230;</p>
<p>Thanks so much for letting us include your photo - please<br />
enjoy the guide!</p>
<p>Best regards,</p>
<p>xxxxxxxxxxxxx,<br />
Managing Editor, Schmap Guides</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">A Ha !  &#8230; foto kuliner saya yg upload  di Flickr, <em>terpilih masuk</em> the newly released second edition of our Schmap Australia Guide Online ( <a href="http://www.schmap.com">http://www.schmap.com</a> ), penyedia  layanan pengalaman interaktif  yang  unik meliputi layanan integrasi peta, dan konten petunjuk/review serta photo slideshows tempat-tempat  yang menarik di seluruh dunia.</p>
<p style="text-align:justify;">Kaget  juga  karena &#8230; terus  terang foto yang<em> terpilih</em> itu,  ya  foto  kuliner yang bertujuan untuk info kuliner saja (bukan kategory best photo versi saya). Kalau yang  bener-bener  untuk photography  ya  masih jadi <em>stock photo</em> alias  masih numpuk di  gudang digital saya (a.k.a hardisk) alias belum diapa-apain apalagi di-upload.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Terpilih</em> oleh sebuah  portal penyedia informasi  yang mempunyai reputasi international ini memberi dorongan saya  lebih mengapresiasi  foto karya  saya  yang sebelumnya  tidak  saya pandang sebagai best photo dan terlebih menggugah  untuk meng-upload foto-foto  yang masuk kategori best photo  (versi saya  :) ) yang mungkin  bisa  berguna  untuk orang  banyak, sepanjang  masih  menghormati/mengapresiasi  karya  foto saya dengan meminta  ijin dan mencatumkan nama  resmi saya, seperti  yang dilakukan oleh Schmap Guide Online.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Lalu lantas  bagaimana  dengan follow-up upload  foto-foto kategory best photo?</p>
<p style="text-align:justify;">Kapan?  &#8230;.  Sekarang!!??</p>
<p>Ah malas &#8230; Kenapa???</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Foto  adalah barang seni, untuk memperlakukannya  pun harus  pada  saat yang tepat. <strong>Dimana  ada hasrat dan imaginasi  berkembang melimpah ruah</strong> &#8230; <strong>di saat  itulah momentum berseni</strong> <strong>berada pada titik optimal untuk berkreasi</strong>.  Sama seperti  menulis  (termasuk menulis  melalui media  blog ini), saya  tidak pernah main-main. I treat these activities more precise, full  passion  and respect.</p>
<p> </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jmzach.wordpress.com/92/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jmzach.wordpress.com/92/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jmzach.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jmzach.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jmzach.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jmzach.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jmzach.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jmzach.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jmzach.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jmzach.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jmzach.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jmzach.wordpress.com/92/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jmzach.wordpress.com&blog=1938467&post=92&subd=jmzach&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jmzach.wordpress.com/2008/04/16/a-ha/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/jmzacharias-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jmzach</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/04/inbox.jpg?w=500" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Orang Tuaku adalah Pendidik!</title>
		<link>http://jmzach.wordpress.com/2008/04/13/orang-tuaku-adalah-pendidik/</link>
		<comments>http://jmzach.wordpress.com/2008/04/13/orang-tuaku-adalah-pendidik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Apr 2008 19:20:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jmzach</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jmzach.wordpress.com/?p=91</guid>
		<description><![CDATA[
X: &#8220;Apa pekerjaan orang tuamu?&#8221;
Y:&#8221;Guru&#8221;
X:&#8221;Guru di mana?&#8221;
Y:&#8221;di Satya Wacana (UNSWUKSW) , Tarumanegara (UNTAR), Univ. Kristen Djajakarta (UKRIDA) dan pernah di Unika Atma Jaya Jakarta&#8221;
X: &#8221;Lho pekerjaan orang tuamu, dosen  to?&#8221;
Y:&#8221;dosen  kan  guru  juga to?&#8221; 

Itulah petikan  dialog  antara  saya (Y) dan beberapa orang/orang lain (X). Saya  selalu  bangga kalau ditanya  sehubungan orang tua saya. Banyak  hal yang membuat  saya  bangga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote>
<p style="text-align:justify;">X: &#8220;Apa pekerjaan orang tuamu?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Y:&#8221;Guru&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">X:&#8221;Guru di mana?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Y:&#8221;di Satya Wacana (<span style="text-decoration:line-through;">UNSW</span>UKSW) , Tarumanegara (UNTAR), Univ. Kristen Djajakarta (UKRIDA) dan pernah di Unika Atma Jaya Jakarta&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">X: &#8221;Lho pekerjaan orang tuamu, dosen  to?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Y:&#8221;dosen  kan  guru  juga to?&#8221; </p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Itulah petikan  dialog  antara  saya (Y) dan beberapa orang/orang lain (X). Saya  selalu  bangga kalau ditanya  sehubungan orang tua saya. Banyak  hal yang membuat  saya  bangga dan  tidak  bisa  semua  saya  ceritakan di sini. Salah satu yang membuat bangga  pada orang tua saya  adalah karena mereka  adalah guru (baca: pendidik).</p>
<p>Saya selalu  ingat  ucapaan mereka untuk hidup  secukupnya   beberapa  tahun silam, kira2x seperti ini:</p>
<blockquote><p>Jadi dosen itu  hidupnya  tidak  berlebih dan tidak  kekurangan &#8230; ya C-U-K-U-P.</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena  itu, sejak  kecil  kami sudah dibiasakan  untuk  tidak hidup neko2x/hidup mewah (lha  memang  gak punya  apa2x to he2x).</p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu harta diwariskan mereka  sebagai  pendidik adalah <em>passion to learn</em>  meski  proses mengubah yang namanya   belajar  (yang sebelumnya  lekat dengan embel2x wajib/keharusan belajar) menjadi hasrat/passion to learn  ini  butuh  usaha dan waktu  yang  tidak singkat.</p>
<p style="text-align:justify;">Sewaktu saya kelas 5 atau 6 SD,  ibu saya selalu mengingatkan untuk belajar supaya  bisa masuk SMP impian di kota saya dan pesan beliau itu  kembali <em>menggetarkan</em> saya saat  mengantar saya  untuk mendaftar untuk tes masuk di  SMPN1 Salatiga (sekolah yang melahirkan 2 pelajar  Teladan Nasional  pada  periode berbeda   saat itu). Beliau  hanya  bilang: </p>
<blockquote><p>&#8220;Mama  tidak  bisa  bantu apa-apa, semua  tergantung usahamu sendiri apakah  bisa  masuk atau tidak ke  SMPN1&#8243;.</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Bagi seorang  anak  12 tahun  (lulusan SD)  belum pernah  pernah terpikirkan  tentang persaingan ujian masuk SMP yang begitu sengit ini ( pilihanya  ya &#8230;  masuk atau tidak). Contoh teman2x  yang gagal masuk SMP ini  juga  banyak. Belum lagi, kakak  saya  satu-satunya baru saja lulus  dari SMP  tersebut  dan prestasinya menonjol juga  di sana &#8230;  Lecutan ini  yang buat saya  seorang anak berumur dua belas  tahun saat itu untuk mulai  belajar mandiri dan berpikir realistis  bahwa goal yang ada  hanya  bisa  saya  capai  hanya  dengan usaha saya  sendiri.Thanks  Ma for this!</p>
<p style="text-align:justify;">Cerita-cerita  pengalaman mereka cukup menumbuhkan bukan saja  inspirasi namun kebanggaan  bagi saya.  Salah satunya  saat Muhamad Yamin (perdana menteri Indonesia tahun 50-an) menguji skripsi  ibu saya tentang sejarah dunia. Muhammad Yamin  yang  baru saja  pulang  dari lawatan luar  negerinya, langsung mempersilahkan ibu saya dan menanyakan asal daerah ibu saya Begitu  ibu saya  menjawab &#8220;Ambon&#8221; langsung beliau minta ibu menceritakan sejarah  kedatangan Bangsa  Belanda  untuk mencari rempah-rempah di Indonesia  sampai ke  Maluku. Setelah itu Muhamad Yamin meminta  ibu  saya  memutar bola dunia (globe) di  ruangan tersebut dan memintanya  untuk menunjuk suatu titik sembarang di globe tersebut sehingga  globe tersebut  berhenti berputar dan apa kata beliau:</p>
<blockquote><p>Itu kota mana dan negara apa? Dan ceritakan sejarahnya!</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Singkatnya  cerita ibu saya  akhirnya dinyatakan lulus dan  Muhammad  Yamin sangat puas  dengan hasil ujian ini dan ibu saya mendapat  hadiah  persenan uang dari honorarium dari beliau sebagai penguji.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau bicara  tentang  ibu saya  ya  beliau  itu  otaknya  encer sekali dan rangking terus termasuk saat  kuliah lagi untuk jurusan yang berbeda (jurusan bahasa Ingris). Rekor terakhir  ini yang saya  tidak tahu, apa   sudah  dipecahkan atau belum, beliau  adalah pemegang IP  tertinggi untuk jurusan Bahasa Inggris  (JPBS) di UKSW  dengan IP kelulusannya:  3.96 (jadi  hanya  satu  nilai B, nilai lainnya  A semua). Dan  bakat pinternya  ini  turun  ke  kakak saya Ency. Kl  saya?  wah  so so lah (sedang-sedang  saja) kalau nakal waktu sekolah, malah  iya  ha2x :).</p>
<p style="text-align:justify;">Oh, ya  saya ingat  pengalaman  waktu kecil, kebetulan  saya  selalu <em>standby </em>di kantor  ibu sepulang sekolah saat menemani  ibu  ke kantor  keuangan  dan  menerima  gaji  dalam  1 amplop. Setelah itu saat  pulang  rumah, saya  menemani  ibu berdoa  atas  berkat  yang diterima  (baca: gaji) untuk  satu bulan dan setelah  kami berdoa, jadi deh saya  kecil yang kebagian  Rp.1.000 sebagai  &#8220;gaji&#8221;  saya  untuk  sebulan he2x.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Pelajaran  yang  dapat  saya  petik dari  pengalaman  ini, apapun  itu entah  gaji  yang  rutinitas kita  terima &#8230; setiap  saat harus  kita  syukuri dan  doa-kan  agar  bisa  digunakan secukupnya dan bermanfaat (bagi diri sendiri dan orang lain).</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Tentang ayah saya.  Oh, yang saya  selalu ingat tentang  beliau &#8230; adalah pekerja keras, semuanya itu dilakukannya untuk pendidikan anak-anaknya. Selain sebagai  dosen, beliau  juga  aktif di dunia perpolitikan dan legislatif selama 16 tahun. Jadi  ingat pesannya  tentang dunia  perpolitikan ini:</p>
<blockquote><p> “Kalau mau terjun ke politik/legislatif, kamu harus sudah dalam keadaan financial freedom (mapan). Jadi bila masuk dan berbuatlah sesuatu sesuai hati nuranimu sampai maksimal. Kalau sudah mentok/maksimal berusaha (tetap tidak banyak berkontribusi yang baik ke dalam) … ya KELUAR saja.”</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Dan itu juga dilakukan beliau setelah 16 tahun berkarir di legislatif dan untuk seterusnya keluar dari dunia perpolitikan dan kembali ke kampus.</p>
<p style="text-align:justify;">Kebanggaan saya  lainnya  saat  berumur  belasan tahun melihat ayah belajar lagi untuk bidang studi  yang berbeda, melihatnya  belajar dan  dibimbing saat  menulis skripsi dan tesis oleh beberapa  guru besar terkenal seperti Prof Sutjipto Rahardjo (Pakar Hukum Undip) dan Prof. Koesnadi Hardjo Sumantri (mantan Rektor UGM, guru besar UGM dan dosen UI).</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Saya  pribadi percaya  saat  kita berhubungan dengan orang lain, ada banyak hal yang positif  bisa  diserap/didapat baik itu secara  langsung maupun  tidak langsung <em>apalagi dengan orang-orang  hebat di bidang-nya</em>.</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Tanpa terasa tulisan-tulisan spontanitas ini, mengalir begitu saja seperti kasih sayang  orang tua saya pada anak-anaknya yang tak perhah henti. Kebangganku pada mereka  tidak pernah luntur, sekali lagi salah satu sisi kebangganku pada  mereka:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Orang Tuaku adalah P-E-N-D-I-D-I-K !</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Salam penuh  cinta  untuk papa dan mama di Salatiga. I Love You All. Selalu sehat selalu dan God  Bles You!!</p>
<p style="text-align:justify;">nb: Pada akhirnya kita semua  sebagai seorang anak pasti mempunyai sosok guru yang mendidik dari kecil sampai saat ini, yakni orang tua kita apapun profesi  orang tua kita.  Jadi anda  juga  turut  bisa  berbangga bahwa:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Orang Tua Anda juga  adalah P-E-N-D-I-D-I-K ! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jmzach.wordpress.com/91/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jmzach.wordpress.com/91/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jmzach.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jmzach.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jmzach.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jmzach.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jmzach.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jmzach.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jmzach.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jmzach.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jmzach.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jmzach.wordpress.com/91/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jmzach.wordpress.com&blog=1938467&post=91&subd=jmzach&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jmzach.wordpress.com/2008/04/13/orang-tuaku-adalah-pendidik/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/jmzacharias-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jmzach</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pelajaran di suatu pagi</title>
		<link>http://jmzach.wordpress.com/2008/04/09/pelajaran-di-suatu-pagi/</link>
		<comments>http://jmzach.wordpress.com/2008/04/09/pelajaran-di-suatu-pagi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Apr 2008 03:48:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jmzach</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Inspiration]]></category>

		<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<category><![CDATA[Sharing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jmzach.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[
Suatu pagi seorang tunanetra yang mandiri, berjalan dengan tongkat penunjuk jalan sambil memainkan melodi lewat harmonikanya sepanjang Jl. Alkateri Bandung.
Rasanya sering beliau melewati jalan ini setiap Sabtu pagi. Suara harmonika sayub terdengar dan semakin terdengar jelas &#8230; pertanda sebentar lagi beliau melintasi warung kopi tempat saya duduk menikmati secangkir kopi susu dan roti telur dadar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a title="Mulia" href="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/01/01012008006_greyscale.jpg"><img src="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/01/01012008006_greyscale.thumbnail.jpg" alt="Mulia" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Suatu pagi seorang tunanetra yang mandiri, berjalan dengan tongkat penunjuk jalan sambil memainkan melodi lewat harmonikanya sepanjang Jl. Alkateri Bandung.<br />
Rasanya sering beliau melewati jalan ini setiap Sabtu pagi. Suara harmonika sayub terdengar dan semakin terdengar jelas &#8230; pertanda sebentar lagi beliau melintasi warung kopi tempat saya duduk menikmati secangkir kopi susu dan roti telur dadar kegemaran saya di suatu_pagi.</p>
<div style="text-align:justify;">Begitu beliau melintas (terus berjalan) saya buru-buru keluar untuk berjumpa dengannya. Saya mengapresiasi usahanya dengan cara saya yang bisa saya lakukan dan beberapa orang disekitar melakukan hal yang sama (lihat foto di atas)</div>
<blockquote>
<div style="text-align:justify;">Usaha beliau sungguh bermartabat, dengan keterbatasanya tidak merintangi tekadnya untuk berusaha mandiri lewat kemampuannya bermain harmonika (bukan dengan jalan mengemis tanpa usaha).</div>
</blockquote>
<blockquote></blockquote>
<div style="text-align:justify;">Ini rasanya bisa menjadi refleksi bagi <em>pengemis jabatan/kekuasaan</em> serta <em>pengemis kekayaan</em> yang menafikan kerja keras dan usaha yang lebih martabat. Kitapun juga suka atau tidak suka, dapat dikategorikan sebagai &#8220;pengemis&#8221; bila mengharap sesuatu tanpa kerja keras dan usaha yang bermartabat.</div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jmzach.wordpress.com/20/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jmzach.wordpress.com/20/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jmzach.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jmzach.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jmzach.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jmzach.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jmzach.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jmzach.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jmzach.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jmzach.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jmzach.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jmzach.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jmzach.wordpress.com&blog=1938467&post=20&subd=jmzach&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jmzach.wordpress.com/2008/04/09/pelajaran-di-suatu-pagi/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/jmzacharias-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jmzach</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/01/01012008006_greyscale.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Mulia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kantor Idaman [?]</title>
		<link>http://jmzach.wordpress.com/2008/03/28/gedung-kantor-idaman/</link>
		<comments>http://jmzach.wordpress.com/2008/03/28/gedung-kantor-idaman/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Mar 2008 20:43:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jmzach</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Inspiration]]></category>

		<category><![CDATA[Sharing]]></category>

		<category><![CDATA[idaman]]></category>

		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>

		<category><![CDATA[kantor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jmzach.wordpress.com/?p=75</guid>
		<description><![CDATA[Kalau ditanya  tentang kantor idaman, saya  pasti akan jawab: r-u-m-a-h.  Jawaban tersebut bila sikon-nya memungkinkan he2x, bila  tidak &#8230; ya  pilihlah yang terbaik/ternyaman dari opsi-opsi  yang ada. Selain aspek primer (baca infrastruktur) dari kantor, faktor-faktor penentu kenyamanan ini  juga  bervariasi:  mulai dari kemudahan akses  transportasi, tingkat kepadatan lalu lintas (kemacetan), fasilitas pendukung: food  court, sarana hiburan tambahan lainnya cafe, coffe shop, fitness center  dan lain sebagainya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify"><a href="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/03/imga5167.jpg" title="imga5167.jpg"></a><a href="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/03/imga4483_sat.jpg" title="imga4483_sat.jpg"></a>Kalau ditanya  tentang kantor idaman, saya  pasti akan jawab: <strong>r</strong>-<strong>u</strong>-<strong>m</strong>-<strong>a</strong>-<strong>h</strong>.  Jawaban tersebut bila <em>sikon</em>-nya memungkinkan he2x, bila  tidak &#8230; ya  pilihlah yang terbaik/ternyaman dari opsi-opsi  yang ada. Selain aspek primer (baca infrastruktur) dari kantor, faktor-faktor penentu kenyamanan ini  juga  bervariasi:  mulai dari kemudahan akses  transportasi, tingkat kepadatan lalu lintas (kemacetan), fasilitas pendukung: <em>food  court</em>, sarana hiburan tambahan lainnya <em>cafe</em>, <em>coffe shop</em>, <em>fitness center</em>  dan lain sebagainya. Itu  semua  merupakan hal yang  lazim  kita  inginkan dan juga  telah ditawarkan oleh <em>mangement building</em> di berbagai tempat.</p>
<p align="justify"><a href="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/03/imga4499_edit_wider_test.jpg" title="gdg ktr nokia sydney"><img width="631" src="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/03/imga4499_edit_wider_test.jpg?w=631&h=455" alt="gdg ktr nokia sydney" height="455" style="width:488px;height:293px;" /></a></p>
<p align="justify">Suatu  kali saat dinas di kantor Nokia  Australia (foto atas), saya terkesan dengan pemandangan yang menjadi  latar belakang kantor yang terletak di pinggiran kota Sydney ini. Tempat favorit saya dari gedung yang terletak di  Harriss Street tersebut adalah lantai teratas (lantai 6, lihat foto bawah), dimana ada beberapa ruang meeting, ruang tunggu dengan dinding kaca tranparan menambah jarak   pandang mata kita sampai ke  beberapa  kapal besar &amp; boat yang hilir  mudik melintasi sisi  sungai tepat dibelakang kantor ini.</p>
<p align="justify"><a href="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/03/imga5175.jpg" title="imga5175.jpg"><img width="627" src="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/03/imga5175.jpg?w=627&h=599" alt="imga5175.jpg" height="599" style="width:507px;height:275px;" /></a><a href="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/03/imga5175.jpg" title="imga5175.jpg"></a><a href="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/03/imga5175.jpg" title="imga5175.jpg"></a></p>
<p align="justify">Jika ingin hanyut  sebentar dengan denyut nadi kapal &amp; boat yang melintasi sungai di belakang kantor ini, coba melangkah ke sisi teras sebelah ujung (belakang) yang memang  lapang dan terbuka (open air) untuk memandang <em>Harbour Bridge</em> (sisi Barat Daya, lihat foto bawah) dan <em>Anzac  Bridge</em>  (sisi Timur) .</p>
<p align="justify"> <a href="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/03/imga5158.jpg" title="imga5158.jpg"><img width="628" src="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/03/imga5158.jpg?w=628&h=578" alt="imga5158.jpg" height="578" style="width:483px;height:346px;" /></a></p>
<p align="justify"><a href="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/03/imga5167.jpg" title="imga5167.jpg"><img width="675" src="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/03/imga5167.jpg?w=675&h=560" alt="imga5167.jpg" height="560" style="width:489px;height:234px;" /></a></p>
<p align="justify">Saya sendiri  pernah terdiam  beberapa saat melihat kapal cargo besar  yang melintasi tepat di depan teras tempat saya  makan (sisi selatan, lihat foto atas). Saking takjubnya (baca: <em>katro</em>/<em>ndeso</em>-nya) sehingga  saya  pun tidak  sempat mengambil kamera  untuk mengabadikannya,  sampai akhirnya  kapal cargo besar  itu  hilang dari pandangan mata. Sore hari sepulang kantor, saya cepat-cepat  menuju bagian belakang kantor sambil menenteng kamera.</p>
<p align="justify"> <a href="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/03/river-side-corner-side.jpg" title="river-side-corner-side.jpg"><img src="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/03/river-side-corner-side.jpg" alt="river-side-corner-side.jpg" /></a></p>
<p align="justify">Berjalan menyusuri sungai ini, saat sebuah boat melintasi di saat sang surya bersiap-siap berangkat  ke peraduan, buru-buru saya mengabadikannya (saya tidak ingin kehilangan momen seperti sebelumnya lagi). Jadilah foto di bawah ini:</p>
<p align="justify"><a href="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/03/imga4483_sat.jpg" title="imga4483_sat.jpg"><img width="638" src="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/03/imga4483_sat.jpg" alt="imga4483_sat.jpg" height="537" style="width:539px;height:235px;" /></a></p>
<p align="justify">Ehm, so  apa moral story dari share sisi lain kenyamanan seperti di belakang  gedung  kantor  ini? Setidaknya ada 2  poin, sbb:</p>
<p align="justify">[1] Semoga di Jakarta ada gedung kantor yang seperti ini &#8230;  <em>Seketika ada yang menyela &#8220;You Wish&#8221;&#8230; </em> setidaknya  boleh kan berharap ? </p>
<p align="justify">[2] Mungkin masih banyak gedung kantor yang menawarkan sisi lain kenyamanan seperti ini  di manca negara. Untuk poin ini, moral story-nya  &#8230;  jika anda belum pernah mendapatkan kesempatan ini, Anda-pun bisa  merasakannya (bekerja di sana).  Karena apa? &#8230;  karena  kita orang Indonesia  mampu!!!  sama seperti orang-orang Asia lainnya (Filipina, Tiongkok, India) yang sudah terkenal dengan petualangan &#8220;profesionalitas-nya&#8221; di   mancanegara.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jmzach.wordpress.com/75/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jmzach.wordpress.com/75/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jmzach.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jmzach.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jmzach.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jmzach.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jmzach.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jmzach.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jmzach.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jmzach.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jmzach.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jmzach.wordpress.com/75/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jmzach.wordpress.com&blog=1938467&post=75&subd=jmzach&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jmzach.wordpress.com/2008/03/28/gedung-kantor-idaman/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/jmzacharias-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jmzach</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/03/imga4499_edit_wider_test.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gdg ktr nokia sydney</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/03/imga5175.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">imga5175.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/03/imga5158.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">imga5158.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/03/imga5167.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">imga5167.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/03/river-side-corner-side.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">river-side-corner-side.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/03/imga4483_sat.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">imga4483_sat.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Klong [Kanal]  San Sab-Bangkok</title>
		<link>http://jmzach.wordpress.com/2008/03/20/klong-kanal-san-sab/</link>
		<comments>http://jmzach.wordpress.com/2008/03/20/klong-kanal-san-sab/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Mar 2008 17:16:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jmzach</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Sharing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jmzach.wordpress.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[ 
Suatu pagi  (11 Maret 2008) tepat di lantai 21 Charn Issara Tower II  di kawasan New Petchburi Bangkok Thailand, saya terkesima sesaat dan kemudian langsung mengambil kamera saya, mengabadikan  Klong  San Sab (klong yang dalam bahasa Indonesia berarti kanal) ini  yang menghubungkan beberapa titik  sepanjang 18 km yang membelah kota Bangkok. Pada foto di atas,  terlihat satu boat  yang hilir  mudik  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/03/imga5664_edit.jpg" title="imga5664_edit.jpg"></a><a href="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/03/imga5696_crooping.jpg" title="imga5696_crooping.jpg"></a><a href="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/03/imga5717.jpg" title="Klong [Kanal]  San Sab dari Charn Issara Tower II Lt.21"></a> <a href="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/03/imga5717.jpg" title="imga5717.jpg"><img src="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/03/imga5717.jpg" alt="imga5717.jpg" /></a></p>
<p align="justify">Suatu pagi  (11 Maret 2008) tepat di lantai 21 Charn Issara Tower II  di kawasan New Petchburi Bangkok Thailand, saya terkesima sesaat dan kemudian langsung mengambil kamera saya, mengabadikan  Klong  San Sab (klong yang dalam bahasa Indonesia berarti kanal) ini  yang menghubungkan beberapa titik  sepanjang 18 km yang membelah kota Bangkok. Pada foto di atas,  terlihat satu boat  yang hilir  mudik  mengangkut kira-kira 40-50 penumpang ini menuju  27 titik  tujuan sepanjang kanal ini.  Dengan kanal San Sab (Klong San Sab) inilah,  kota  Bangkok  terkenal  dengan  julukannya  Venesia  dari Timur.</p>
<p align="justify"><img border="0" width="1" src="http://jmzach.wordpress.com/wp-admin/" height="1" /> <a href="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/03/imga5664_edit.jpg" title="imga5664_edit.jpg"><img width="605" src="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/03/imga5664_edit.jpg" alt="imga5664_edit.jpg" height="332" style="width:526px;height:293px;" /></a></p>
<p align="justify">Boat ini menyusuri  kanal dengan lebar  sekitar 10 meter ini, dengan kecepatan  yang cukup tinggi   mengakibatkan riak-riak ombak yang keras menghantam dinding kanal (lihat saja  buih-buih ombaknya) serta memantulkan suara lengkap dengan  dinamikanya. Suara inilah  yang mulanya  menarik perhatian  saya saat untuk  melongok  ke bawah jembatan  dan melihat  boat-boat  yang bersliweran melintasi  jembatan tersebut (lihat foto boat di atas).  Jembatan tempat saya menyeberang tersebut dapat dilihat  pada foto di bawah ini (foto jembatan terlihat pada sisi  latar belakang  dari  foto  diambil di dermaga Charn Issara, belakang  kantor Siemens Thailand).</p>
<p align="justify"><a href="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/03/imga5700_cropping.jpg" title="imga5700_cropping.jpg"><img src="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/03/imga5700_cropping.jpg" alt="imga5700_cropping.jpg" /></a></p>
<p align="justify">Pada gambar di bawah ini terlihat jelas  dua asisten di sisi boat yang selalu  siap  untuk mengaitkan tali tambang ke sisi  dermaga saat singgah untuk memberi kesempatan penumpang turun dan naik dalam waktu kurang dari 1 menit ke boat yang dimensi panjang 40 feet dan lebar 12 feet ini.</p>
<p><a href="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/03/imga5696_crooping.jpg" title="imga5696_crooping.jpg"><img width="605" src="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/03/imga5696_crooping.jpg" alt="imga5696_crooping.jpg" height="273" style="width:504px;height:211px;" /></a></p>
<p align="justify">Transpotasi menggunakan boat  ini  beroperasi  mulai 05.30 sampai pukul 20.30 dengan biaya 10-20 THB (Thailand Bath). Cara beroperasinya  mirip angkot, sesaat  sebelum melintasi  dermaga, pengemudi  boat ini  menyalakan &amp; mematikan  dua lampu boat dalam waktu singkat beberapa  kali.  Boat ini kemudian akan mengurangi kecepatannya  untuk menepi  bila  ada calon penumpang  melambaikan tangannya memberi tanda akan menumpang  boat itu.</p>
<p align="justify">Saya sendiri tidak berani  naik boat ini (inzet: <a href="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/03/imga5683.jpg" title="imga5683.jpg"><img src="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/03/imga5683.thumbnail.jpg" alt="imga5683.jpg" /></a><a href="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/03/imga5683.jpg" title="imga5683.jpg"></a>). Beraninya cuma berdiri di dermaga he2x sudah keder duluan  melihat  50-an penumpang duduk &amp;  berdiri berdesakan (foto bawah) persis naik bis  kota pada  jam sibuk berangkat/pulang kantor di Jakarta.</p>
<p align="justify"><a href="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/03/imga5707.jpg" title="imga5707.jpg"><img src="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/03/imga5707.jpg" alt="imga5707.jpg" /></a></p>
<p align="justify">Bagaimanapun juga tranportasi ini bisa  mengurangi  beban kendaraan beserta penumpangnya  di jalan raya. Lalu  bagaimana dengan waterway di Jakarta? Yang saya dengar  sudah tidak beroperasi lagi,  lantaran baling-balingnya  sering macet karena tersumbat  sampah &#8230; waduh2x. </p>
<p align="justify">Kalau berminat  mengetahui lebih jauh tentang Klong San Sab beserta transportasinya berikut  linknya:</p>
<p align="justify"><a href="http://www.bangkok.com/attraction-waterway/khlongs-khlong-saen-saeb.html">http://www.bangkok.com/attraction-waterway/khlongs-khlong-saen-saeb.html</a></p>
<p align="justify"><a href="http://www.bangkok.com/attraction-waterway/khlongs-khlong-saen-saeb-boat-route-guide.html">http://www.bangkok.com/attraction-waterway/khlongs-khlong-saen-saeb-boat-route-guide.html</a></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jmzach.wordpress.com/55/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jmzach.wordpress.com/55/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jmzach.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jmzach.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jmzach.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jmzach.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jmzach.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jmzach.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jmzach.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jmzach.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jmzach.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jmzach.wordpress.com/55/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jmzach.wordpress.com&blog=1938467&post=55&subd=jmzach&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jmzach.wordpress.com/2008/03/20/klong-kanal-san-sab/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/jmzacharias-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jmzach</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/03/imga5717.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">imga5717.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jmzach.wordpress.com/wp-admin/" medium="image" />

		<media:content url="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/03/imga5664_edit.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">imga5664_edit.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/03/imga5700_cropping.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">imga5700_cropping.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/03/imga5696_crooping.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">imga5696_crooping.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/03/imga5683.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">imga5683.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/03/imga5707.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">imga5707.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Konser TOTO di Bandung [World Tour 2008]</title>
		<link>http://jmzach.wordpress.com/2008/03/14/toto-concert-2008-falling-in-between-live/</link>
		<comments>http://jmzach.wordpress.com/2008/03/14/toto-concert-2008-falling-in-between-live/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Mar 2008 19:02:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jmzach</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Sharing]]></category>

		<category><![CDATA[bandung]]></category>

		<category><![CDATA[konser]]></category>

		<category><![CDATA[TOTO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jmzach.wordpress.com/?p=50</guid>
		<description><![CDATA[
                                              Jam 18.20 tepat saya dan istri sampai di pelataran Sasana Budaya  Ganesha (Sabuga) ITB Bandung. Maksud hati langsung  eksekusi  mekanisme FIFS (First In First Served), ee kami dan lima puluhan penonton  yang lainnya (dalam dua sab barisan kanan dan kiri gerbang masuk), malah  &#8220;dieksekusi&#8221; mendapat bonus penderitaan hampir dua  jam berdiri  di depan gerbang  masuk (karena  alasan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/03/toto-concert-bandung-2008.png" title="TOTO Concert [Bandung 14 Maret 2008]"></a></p>
<p align="justify"><a href="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/03/toto-concert-rectangular.jpg" title="konser TOTO 2008 [Bandung]"><img src="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/03/toto-concert-rectangular.jpg" alt="konser TOTO 2008 [Bandung]" /></a>                                              Jam 18.20 tepat saya dan istri sampai di pelataran Sasana Budaya  Ganesha (Sabuga) ITB Bandung. Maksud hati langsung  eksekusi  mekanisme FIFS (First In First Served), ee kami dan lima puluhan penonton  yang lainnya (dalam dua sab barisan kanan dan kiri gerbang masuk), malah  &#8220;dieksekusi&#8221; mendapat bonus penderitaan hampir dua  jam berdiri  di depan gerbang  masuk (karena  alasan klasik  petugas jaga: di dalam belum siap). Menjelang pukul 19.30, lantaran <em>tidak ada separator</em> yang disediakan panitia mengakibatkan adanya barisan penyerobot langsung merengsek ke gerbang masuk tanpa memperdulikan barisan  yang telah tersusun rapi ke belakang  dan akhirnya  antrian yang sudah tertib sebelumnya jadi <em>berantakan</em>.  Tepat 20.15 kami baru bisa bisa masuk meski terjadi<em> bottle neck effect</em> gara-gara penyerobot yang tidak mau antri tersebut. Sampai di  <em>security check point</em>  ada  &#8221;eksekusi tambahan&#8221; lainnya yakni botol air mineral kami harus direlakan  untuk tidak  menonton TOTO, <em>&#8220;Botol  minuman dilarang dibawa masuk ke dalam&#8221; begitu pengumuman dari panitia</em>. OK, pikir saya, kalau itu <em>rule  of  the game</em>-nya  ya harus diikuti. Dan alangkah kagetnya kami  saat  masuk ke dalam, ada SPG dari perusahan minuman menawarkan produk mereka minuman botolan  &#8230; <em>&#8220;hah?&#8221;,</em> belum lagi melihat tamu undangan pelanggan  dari sebuah perusahaan sponsor  dibagikan konsumsi plus minuman kalengnya, <em>&#8220;wah2x&#8221;</em>  bagaimana dengan <em>rule of  the game</em> kepada kami  yang telah dilucuti botol minuman air  mineral  kesayangan kami sebelum masuk gedung Sabuga tadi? </p>
<p align="justify">Begitu bisa masuk ke dalam ruangan pertunjukan   langsung  mencari  tempat yang paling strategis (mumpung karcis kami: <em>VVIP</em>)  dan dapat di deretan kursi ala <em>theather </em>(satu-satunya deretan kursi-kursi VVIP  (<em>tidak  ada labelnya undangan) </em>, sedangkan deretan berikutnya diperuntukkan untuk undangan lengkap dengan label keterangan di kursinya) . Jadi kami duduk pas di deretan kursi yang  persis  satu level lebih atas dan di depan meja <em>sound</em> &amp; <em>lighting control</em> pertunjukan   (benar-benar tepat pada   level  pandangan mata manusia normal, memandang ke panggung). Saat dudukpun saya mulai melakukan <em>mapping</em> posisi penonton berdasarkan tempat duduk mulai dari VVIP + Undangan, VIP, Kelas 1  dan sampai ke Festival area saya  rada kaget &#8230; karena  terletak di sisi kiri dan kanan panggung <em>bukan tepat di depan/bibir panggung</em> sebagaimana lazim-nya. Bisa dibayangkan,  untuk peserta kelas festival yang terhimpit  ke sisi paling pojok kiri/kanan kemungkinan besar tidak bisa  melihat dengan jelas ke panggung &#8230; lha ketutup <em>sound system</em>-nya yang gede itu. Teringat  True Worshipers Concert beberapa waktu silam  yang <em>perform</em> juga di Sabuga , saat  itu dioperasikan   dua  <em>screen </em> raksasa  untuk menjamu  penonton  yang sudut  pandangan-nya  sempit  atau tidak melihat sama sekali ke sisi panggung dan contoh  lainnya  ya waktu  wisuda dulu di  ITB  (tempat sama, di Sabuga)  juga pakai  big screen &#8230; masak konser dengan grup dunia seperti ini  malah   <em>big  screen</em> tersebut  tidak ada  <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p align="justify">Sambil menunggu, saya  mulai  memperhatikan bule-bule (<em>sound engineer</em> &amp; <em>lighting engineer</em>nya TOTO) bekerja. Diam-diam saya <em>mengapreasiasikan kerja mereka</em> mulai dari persiapan sampai saat TOTO beraksi di panggung.</p>
<p align="justify">Bule bertopi, busana casual plus celana setengah lutut  (bersepatu Adidas) dengan kaos kaki putih semata kaki  ini bertugas untuk <em>lighting control </em>(lihat foto kiri bawah), wuih seru! Bagaimana tidak, tangannya lincah  dengan menggeser maju mundur beberapa tombol panel untuk terus memainkan sinar  lampu itu  menari-nari mengikuti  irama dari musik TOTO sampai pada level dinamiknya sekali pun  &#8230; permainan lampunya membuat sinar lampu seperti punya roh terhadap  aksi  panggung TOTO  begitu saat klimaks sampai <em>closing</em>-nya  begitu sempurna! Begitu juga paduan warna sinar  lampu  kuning, biru, hijau, merah, <em>violet</em> de es be (baca dsb <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> )    menyapu <em>drum set</em>  yang transparan serta  membiarkan pancaran sinar lampu menembus &amp; memantulkan pesona warnanya&#8230; wow.</p>
<p align="justify">Bule lain (<em>sound engineer</em>) dengan balutan kaos, bercelana selutut serta cukup minimalis  dengan <strike>sepeda</strike> eh sandal gunungnya (lihat foto kanan atas), sibuk melihat  panel-panel sesekali  jongkok melihat  angka-angka yang tertera di monitor yang bergerak di range angka 70-75an  (kira2x apa  ya  &#8230; apa  parameter itu dalam satuan db?). Nah si bule sang <em>sound engineer</em> ini, tentu saja  indra pendengarnya  menjadi  senjata kepekaaan yang handal. Saya perhatikan  saat pergantian permainan solo dari lead guitar ke  keyboard, drum, guitar &amp; bass-nya terasa <em>smooth</em> melalui  putaran tangannya yang lembut dan presisi seberapa level kenaikan/penurunan volume instrumen yang dimainkan TOTO pada panel <em>mixer-</em>nya. Ada lagi satu perangkat di atas mixer  tersebut  yang cukup menarik perhatian saya yakni iPod Nano warna putih &#8230;  ternyata   perangkatan besutan Apple ini  menyimpan playlist  lagu-lagu yang diputar sebelum dan  sesudah <em>show</em> TOTO.</p>
<p align="justify">Terus bagaimana dengan TOTO-nya Bos?  Ooops &#8230;. sabar  ya  &#8230;. sudah jam 02.00 dinihari nih, besok  ya  saya  sambung lagi  sudah  mengantuk nih  karena  kecapekan berdiri  tadi masuk ke konser-nya TOTO he2x (cari alasan ;)  ). Besok  ya  saya  lanjutin lagi ya.</p>
<h5 align="justify">Di Sabtu sore yang agak mendung [15 Maret 16:07], duduk seorang  manusia  ganteng  yang telah berjanji melanjutkan cerita konser TOTO semalam,  es be be:</h5>
<p align="justify">Lanjutin lagi  ya tentang konser TOTO semalam (bertajuk <em>Falling In Between Live</em>), lengkap dengan formasinya: Steve Lukather (lead guitar), Simon Philips (drum), Bobby Kimball (vocal),  Greg Phillinganes (keyboard), Tony Spinner (guitar), Leland Sklar (bass). Konser  dimulai, ditandai sinyal sinar senter kecil dari <em>crew</em> TOTO di samping panggung ke arah  <em>sound engineer</em> dan <em>lighting engineer,</em> pertanda  <em>show</em> akan dimulai  sebentar lagi dimulai. Konser dibuka dengan intro lengkingan gitar  Steve ini, langsung menggebrak dengan beat-beat  keras disusul oleh lima personil lainnya. Performansi yang menyunguhkan kombinasi nuansa nostalgia dengan hit  lawas-nya Africa, Rossana dan kembali  dilanjutkan dengan hentakan-hentakan musik lagu berikutnya   &#8230; sama sekali terlihat jelas performa yang enerjik dan stamina yang ok  lewat geberan lima belas-an lagu  mereka. Saya perhatikan khusus Steve hampir  tiap  lagu ganti gitar (mungkin biar dilap dulu oleh <em>crew-</em>nya karena keringat) dan  Steve  sendiri beberapa saat merengkuh handuk untuk mengelap keringat mungkin akibat panas sapuan lampu panggung (kalau tidak salah  hitung gitar yang dipakai Steve: 3 buah gitar elektrik dan 1  gitar akustik) .</p>
<p align="justify">Saya sih  tidak begitu  nge-fans banget &amp; hafal  dengan lagu2xnya semuanya &#8230;  ya  penganut  <em>easy listening</em>  aja  (bukan untuk nyanyi-nya  euy). Saya sendiri  suka dan pertama kali  kenal TOTO saat teman saya kuliah dulu (Roy) naksir Lia (teman saya  juga) dan tiap hari si Roy ini  putar lagunya  TOTO &#8220;Lea&#8221; (baca: Lia) dedicated to his lovely target he2x  (masih target coy). Eh, kok  nglantur  ya &#8230; back to laptop he2x</p>
<p align="justify">Beberapa hal yang  saya  suka dari penampilan mereka semalam adalah selain kemapuan bermusik yang impresif, yakni distribusi performansi  tidak hanya berpusat pada sang gitaris Steve Lukather <em>sing pancen oye.</em> Penonton disuguhi  kemampuan bermusik dan olah vokal dari pemain lainnya  yang saling bersinergi secara <em>smooth</em>. Saya perhatikan selain Bobby Kimball yang memang  <em>job description</em> sebagai vokalis, Greg Phillinganes, Tony Spinner serta Steve Lukather turut unjuk olah vokal-nya.</p>
<p align="justify"><em>Jam session</em> yang sudah  menjadi tontonan menarik di sebuah  konser tidak lupa  disuguhkan secara menarik oleh keenam personil grup ini. Dimulai  dari <em>jam session</em> setiap pemain (dimulai  permainan  improvisasi yang impresif Greg Phillinganes pada tuts tiga keyboardnya), lanjut dengan <em>duet jam session</em> (antar dua pemain<em>, </em>he2x istilahnya  bener gak ya, cmiw) dan secara <em>medley jam session</em> yang saling bersaut-sautan sama  lain yang harmoni dan enerjik. Akhirnya sampai pada penghujung konser  yang ditutup dengan kesan saya pribadi : PUAS!! Saya lihat, saya belajar bagaimana grup dunia  ini bekerja dalam sebuah industri showbiz termasuk melihat orang-orang yang bekerja  di belakang panggungnya. [<em>Inzet</em>, bawah] &gt;&gt; tiket  Konser TOTO di Bandung [World Tour 2008] maaf, baru saya scan setelah konser so tampilannya  acak adut.</p>
<p align="justify"><a href="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/03/copy-of-toto-bdg-concert-2008.jpg" title="toto conser ticket bandung"></a></p>
<p align="justify"><a href="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/03/copy-of-toto-ticket-bandung-concert-2008.jpg" title="Konser TOTO bandung 2008"></a></p>
<h2 align="justify" class="headline-h2"><font size="3"></font><a href="http://www.toto99.com/band/former/former.shtml"></a></h2>
<p><a href="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/03/toto-ticket-bandung-concert-2008-73kb.jpg" title="konser TOTO Bandung 2008"><img src="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/03/toto-ticket-bandung-concert-2008-73kb.jpg" alt="konser TOTO Bandung 2008" /></a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jmzach.wordpress.com/50/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jmzach.wordpress.com/50/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jmzach.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jmzach.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jmzach.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jmzach.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jmzach.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jmzach.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jmzach.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jmzach.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jmzach.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jmzach.wordpress.com/50/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jmzach.wordpress.com&blog=1938467&post=50&subd=jmzach&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jmzach.wordpress.com/2008/03/14/toto-concert-2008-falling-in-between-live/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/jmzacharias-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jmzach</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/03/toto-concert-rectangular.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">konser TOTO 2008 [Bandung]</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/03/toto-ticket-bandung-concert-2008-73kb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">konser TOTO Bandung 2008</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bersantap Pagi [dengan taktik ]</title>
		<link>http://jmzach.wordpress.com/2008/03/13/sarapan-pagi-ver-lengkap-untuk-jaga2x/</link>
		<comments>http://jmzach.wordpress.com/2008/03/13/sarapan-pagi-ver-lengkap-untuk-jaga2x/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Mar 2008 18:27:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jmzach</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Sharing]]></category>

		<category><![CDATA[sarapan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jmzach.wordpress.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[
He2x, bila lihat foto diatas seolah-olah  sarapan  pagi saya   kok kemaruk ya  &#8230; belum minum teh sudah ambil yoghurt (plus jeruk)  serta belum lagi menyentuh roti eh sudah tersaji  main course-nya. Eit  tunggu  dulu  &#8230; lha ini  memang  taktik dan strategi saya (seperti perang aja  ya pakai taktik)  saat menginap di Hotel Starcity Sydney Australia [khusus resto di Level [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/03/12082007001.jpg" title="sarapan"></a><a href="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/03/breakfast-12082007001.jpg" title="breakfast-12082007001.jpg"><img src="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/03/breakfast-12082007001.jpg" alt="breakfast-12082007001.jpg" /></a></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Georgia;">He2x, bila lihat foto diatas seolah-olah  sarapan  pagi saya   kok kemaruk ya  &#8230; belum minum teh sudah ambil yoghurt (plus jeruk)  serta belum lagi menyentuh roti eh sudah tersaji  <em><span style="font-family:Georgia;">main course</span></em>-nya. Eit  tunggu  dulu  &#8230; lha ini  memang  taktik dan strategi saya (seperti perang aja  ya pakai taktik)  saat menginap di Hotel Starcity Sydney Australia [khusus resto di Level 1main gaming floor, kalau sarapan di lt.17 no problem] medio Agustus 2007. Ceritanya sehari sebelumnya saya  &#8220;kecolongan&#8221; di sini, di sela makan waktu mau ambil sajian makanan lainnya  (sekejab saja) eee begitu kembali ke meja  saya semuanya  sudah  lenyap (padahal cukup jelas indikasi di meja itu bahwa sarapan pagi saya  belum selesai ). Rupanya  petugasnya  <em><span style="font-family:Georgia;">saking cekatannya</span></em> membersihkan  meja saya (yang saya tinggalkan sementara), tanpa melihat apakah saya keluar meninggalkan tempat  makan atau  hanya sebentar mengambil sajian berikutnya. He2x &#8230; so jika   mengalami hal sama seperti ini ya  &#8230; bisa dicoba deh cara saya  :) </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jmzach.wordpress.com/44/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jmzach.wordpress.com/44/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jmzach.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jmzach.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jmzach.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jmzach.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jmzach.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jmzach.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jmzach.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jmzach.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jmzach.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jmzach.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jmzach.wordpress.com&blog=1938467&post=44&subd=jmzach&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jmzach.wordpress.com/2008/03/13/sarapan-pagi-ver-lengkap-untuk-jaga2x/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/jmzacharias-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jmzach</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jmzach.files.wordpress.com/2008/03/breakfast-12082007001.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">breakfast-12082007001.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>