Feed on
Posts
Comments

Kaget! & … senang [Thanks]

80_-jmwap-service_master_wordpress.jpg 

He2x kaget dan senang  juga  ternyata situs wap saya  yang dulu sekali  (sekarang telah migrasi &  bertansformasi menjadi http://wap.jmzacharias.com)  digunakan  untuk menguji koneksi data  mobile phone dalam review   Majalah SELULAR : http://www.selular.co.id/review/5id8.html  .

Thanks/maturnuwun/danke/terima kasih untuk rekan2x mengapresiasi wap  service  ini yang notabene  ide awalnya  saya  buat  untuk kebutuhan sendiri  berkaitan info/database kuliner (tempat makan enak) & tempat  jalan-jalan yang  ok untuk dikunjungi ini dibuat dalam format  yang memungkinkan dapat diakses dengan nyaman via ponsel GPRS/3G/3.5G dan akhirnya  dapat juga digunakan  bagi siapa saja  yang membutuhkan.

Perang Iklan Operator di Australia

Haruskah Perang Iklan Seperti Ini Lagi? Pikiran  ini muncul saat melihat iklan baru layanan selular  di tv  dimulai  empat  wanita dengan warna kostum berbeda-beda (merah, kuning, oranye & hitam, red melambangkan warna brand kompetitor) yang sedang berdebat  siapa  yang programnya   paling unggul, kemudian muncul sang bintang iklan langsung  memegang remote control dan membuat empat orang yang sedang berdebat  itu diam seketika. Akhirnya mudah ditebak sang bintang iklan memaparkan bahwa program dia lah yang terbaik dan termurah.

Maraknya perang iklan operator  (baik melalui media elektronik/media masa) yang head to head menyerang  satu sama lain secara tidak elegan dengan mengasosiasikan warna brand   operator pesaingnya atau malah menyerang program  yang ditawarkan pesaingnya secara vulgar dan sporadis ini kembali memunculkan kerisauan saya apakah perang iklan seperti ini etis atau tidak. Akhir Nopember 2007, tulisan  saya  tentang perang iklan operator  di Australia yang sudah  selayaknya  menjadi pelajaran berharga bagi kita (Majalah Selular,Nopember 2007). Mengapa? Karena perang iklan tersebut sudah sampai ke  tingkat pengadilan Australia antara dua operator  yang berseteru sengit. Tentu yang sekarang menjadi kerisauan saya  perang iklan head to head yang ujungnya memenangkan operator pemilik iklan serta mendeskreditkan pesaingnya  ini tentu  bukan suatu hal  yang pantas dilihat  umum dan bukan juga menjadi sarana  pendidikan  yang baik untuk mencerdaskan konsumennya. Lantas bagaimana sikap regulator berkaitan hal ini. Let’s see!

Artikel saya tentang  ”Perang Iklan Operator. Sebuah Pelajaran Berharga dari Negeri Tetangga” (Majalah Selular,Nopember 2007) dapat diakses melalui  link dibawah ini: http://www.jmzacharias.com/operator.jpg
 

Manila Peninsula Incident 29 2007

Foto:*

=========================================================== 

From:                     xxxxxx      Sent:                      Thursday, November 29, 2007 5:52 PM

To:                          yyyyyy      Subject:                 RE: Under Siege at Peninsula Hotel in Makati 

Hi all, It appears that all the three of us are safe & sound…being quite far away from the situation now. Jacky & Gatot are on their way to Jakarta from Singapore now. Ricardo in Cebu so it’s an island, not peninsular :-)  So..no worries. 

Cheers,

xxxxxxx

=========================================================== 

petikan email dari atasan saya  yg mengabarkan kami semua  safe dan terhindar dari penyekapan sandera oleh tentara pemberontak di Hotel Peninsula Makati City Manila [29 November 2007]

 

Thanks God, begitu saya tahu kalau saya meninggalkan [check out] hotel The Peninsula  Hotel Distrik Makati Manila beberapa menit sebelum sekelompok pasukan menduduki di hotel ini & berupaya kudeta pada pemerintah yang sah [29 Nopember 2007] dan enam jam kemudian pasukan pemerintah  menyerbu lobby hotel [lihat KOMPAS & Pikiran Rakyat 30 Nopember 2007 dan link-link tayangan liputan  via Liputan6 SCTV &  Youtube dibawah].

Saat  saya sudah sampai di bandara Ninoy Aquino Manila, kolega kantor saya Silvi mengirimkan pesan pendek menanyakan kondisi dan dimana saya posisi saya serta memberitahukan ada berita bahwa  hotel tempat saya menginap sedang ada pendudukkan & upaya kudeta oleh sekelompok pasukan.

Beberapa saat mendarat di Bandara Changi Singapura, pesan pendek dari atasan saya pun masuk menanyakan status keberadaan kami [kebetulan ada saya  bersama 2  rekan sedang bertugas di Filipina] dan meminta  untuk cepat meninggalkan hotel tersebut. Saya pun mem-reply smsnya memberitahukan  saya dan Pak Gatot Mardianto  sedang dalam penerbangan pulang ke Jakarta serta  rekan  yang lain [Pak Ricardo AHN] berada di Cebu  Filipina.

Thanks God , saya keluar dari hotel beberapa menit sebelum kedatangan sekelompok pasukan pimpinan pemberontak  seorang perwira tinggi berpangkat Brigadir Jenderal Danilo Lim & Senator Antonio Trillanes, kalau  tidak saya  pasti tertahan dan semua jadwal penerbangan berantakan serta ditambah kecemasan karena ketidakpastian  kondisi  tersebut pada saat itu,  juga ditambah pemberlakuan  jam malam  pada hari itu.

Jadi teringat pohon natal besar yang baru selesai dipasang setinggi 8 meter di lobby hotel, mungkin hancur diterjang panser pasukan pemerintah Filipina saat masuk menerobos lobby hotel untuk menyerang pasukan pemberontak [lihat tayangannya di link dibawah ini].

Saya sertakan beberapa liputan audio visual dari Liputan6 SCTV & Youtube:

http://www.liputan6.com/news/?id=151466&c_id=9

http://www.youtube.com/watch?v=FwVTYtnpbWM&feature=related

* http://www.youtube.com/watch?v=O8zx-LaxT18&feature=related

http://www.liputan6.com/luarnegeri/?id=151476

http://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2007/11/071129_philippines.shtml

Berikut hasil scanning billing hotel saya tanggal 29 Desember 2007 saat check out [lima belas menit  sebelum meninggalkan The Peninsula Manila].

htlbill

LIVE!!!

[ANC LIVE] NDCC Briefing Pres. Arroyo On Mina Typhoon

Jam terus beranjak perlahan ke pukul 12.00, namun rasanya malas untuk keluar kamar hotel untuk melakukan ritual jalan-jalan seputar kota Manila sebagaimana biasa saya  lakukan di akhir  pekan  seperti  Sabtu kemarin[24 Nopember 2007].

TV cable pun menemani saya  sambil terus sibuk surfing di dunia maya mencari  info tempat-tempat yang ok  untuk dikunjungi di seputaran Manila. Saat itu sedang ada siarang langsung Brieffing Presiden Aroyo kepada NDCC [National Disaster Coordinating Council, badan penanggulangan bencana Filipina yang anggotannya  pejabat  terkait],  untuk melakukan kordinasi penanggulangan topan Mina di beberapa propinsi di Filipina.  Presiden Aroyo sendiri mempercepat kepulangannya ke Filipina satu hari dari  yang direncanakan setelah mengikuti Singapura [KTT ASEAN] karena bencana  topan Mina ini.

Semula, saya sambil lalu mendengarnya  namun makin lama saya makin betah untuk menonton siaran  langsung  itu. Daya tarik apakah yang  membuat saya betah menunggu sampai acara itu berakhir 3 jam ? Nuansa natural, apa adanya (tanpa protokoler yang kaku)  saat sang presiden berkordinasi dengan menteri, pejabat  militer dan kepolisian serta pejabat  terkait …. semuanya  itu disiarkan LIVE !! Tak terkecuali  gubernur yang wilayahnya  terkena dan akan terkena topan  Mina menurut perkiraan PAGASA [The Philippine Atmospheric, Geophysical and Astronomical Services Administration] pun ditelpon oleh sang presiden,  percakapannyapun dapat didengar  [Handsfree mode] dan terus dapat  saya ikuti karena menggunakan bahasa Inggris. Presiden Arroyo  juga  sesekali  tergelak saat  menelpon  salah satu gubernur  dan ternyata si penerima telepon mengatakan salah sambung  dan saat beberapa saat berupaya menelpon  sang gubernur  tersebut sambil menunggu dan sedikit bercanda “Wrong number again?” .

Ehm, bahagia-nya rakyat diajak bersama-sama melihat bagaimana pemimpinnya bekerja dengan jajarannya dalam menghadapi suasana seperti ini. Hal ini bukan pada tataran agar semua yang dikerjakan terlihat,  namun hal yang lebih mendasar adalah bagaimana mengurangi jarak antara rakyat dengan pemimpinnya melalui  komunikasi terbuka seperti ini.

Memang  ada banyak jalan ke roma, namun siaran LIVE ini sangat berkesan bagi saya sebagai rakyat meski rakyat dari negara tetangga sebelah.

Salam dari Manila.

Link terhadap berita “NDCC Brief Pres. Arroyo On Typhoon On Mina” versi online :

http://www.abs-cbnnews.com/storypage.aspx?StoryID=100257

Akhirnya …

Cover  Majalah Selular Nopember 2007

Akhirnya pecah telur juga,  satu  artikel saya  dimuat  Majalah Selular edisi  Nopember ini  halaman 110 setelah hampir  1 tahun  vakum dari  dunia tulis  menulis lantaran “terjebak” dengan rutinitas kerja. Ya, setidaknya  tradisi sejak  tahun 2005 untuk menulis minimal satu artikel untuk media cetak setiap  tahun terpenuhi sebelum berakhirnya tahun ini.

Ini  bukan kuantitas dan target kegiatan menulis  yang harus dicapai, namun  bagaimana  otak  ini  bisa  dipacu  untuk berkarya dan  berkontribusi   kepada orang lain.  Kelihatannya  idealis sekali  ya? Ehm mulai  dari  hal kecil dan  berusaha sedikit demi sedikit lama-lama  yang semula terlihat  idealis menjadi  realistis … gak percaya? Coba saja deh. Bagaimana  mimpi  menjadi kenyataan  kalau  selalu merasa mimpi adalah mimpi bukan menjadi visi? Kuncinya  hanya  satu  “Plan  what you want to do and … do  what you plan ….that’s it!

Jadi  teringat waktu  pertama kali  menulis artikel beberapa  tahun silam,  banyak  ide-ide yang bersliweran  di pikiran dan terus  menerus tanpa pola … lalu ambil  pena  dan tuangkan bisa dalam  bentuk  kerangka konsep beserta tujuannnya kemudian langsung  tuangkan dan biarkan mengalir. Masih  jelek dan tidak beraturan? Santai saja  nanti juga  ada fase  untuk pembacaan ulang [evaluasi] serta proses editting yang bisa  dilakukan  berulang-ulang sampai pada akhirnya  tahap finishing (seperti contoh foto naskah asli yang penuh coretan editting). Semua itu butuh  waktu dan melalui  pembelajaran.

naskah penuh coretan

Foto naskah yang  masih banyak coretan dan tidak henti2xnya  lelah untuk diedit he2x

Saya pribadi terinspirasi pada beberapa penulis seperti Onno W  Purbo & Budi Rahardjo [pakar  IT], Nathanael Daljoeni [pakar  geografi] , Prof. Liek Wilardjo [pakar  fisika], Hermawan Kertajaya [pakar  marketing], Budi Putra [mantan jurnalis Koran Tempo & praktisi Bloger], Antonius Aditya Hartanto [praktisi di bidang software & penulis buku software] serta  Dahlan Iskan [CEO Jawa Pos Group].

Salah satu  tip menulis yang saya  ingat dari Onno W Purbo  dan  Nathanael Daljoeni adalah pentingnya  membuat  record informasi yang penting, dalam  bentuk manajemen data filing, baik  dalam bentuk kartu [sewaktu   komputer belum populer]  atau folder di komputer berdasarkan klasifikasinya. Informasi-informasi penting inilah,  pada lain kesempatan dapat  digunakan sebagai  referensi  saat  menulis.

Gaya penulisan yang  sederhana penyampaiannya  namun sarat pengetahuan inilah  yang  saya sukai, diinspirasi  dari artikel-artikel Hermanwan Kertajaya & Dahlan Iskan. Saya  juga belajar dari Budi Putra, bagaimana beliau mengemas suatu tulisannya  dengan tema tulisan  yang sedang in [walau sudah  ada yang menulis  dengan tema tersebut] namun tulisannya  tetap menarik karena tema  itu ditulis dan dikaji  dari  sudut  pandang lain dan sama  sekali  belum disentuh. 

Sisi lain dari tulis menulis  adalah semangat open source, tengok saja Budi Rahardjo & Onno W  Purbo  serta Antonius Aditya Hartanto yang tidak segan-segan untuk berbagi pengetahuan lewat artikel dan tutorialnya [termasuk saya dari dulu sering mengunjungi situs mereka dan juga belajar dari artikel dan tutorial mereka].

Tidak lupa juga motivasi dan kerjasama dari kolega saya yang juga penulis seperti : Antonius Aditya Hartanto, Judi Hartono [praktisi telekomunikasi], Indra Gunawan [praktisi telekomunikasi],  Lukman Aribowo [jurnalis] serta Haryo  Adjie S [jurnalis] yang memungkinkan saya bisa  belajar menulis sampai saat  ini.

Writing Is The Art. Sisi menarik  dari seni tulis menulis ini adalah  bagaimana  mentransfer  nilai/pesan ke pembaca dalam format penulisan yang sederhana. Jadi teringat suatu filosofi guru hebat, bukan karena semata-mata sang guru pintar tetapi karena kemampuannya menerangkan sesuatu  yang rumit dalam format yang sederhana [sukses mentransfer pengetahuan kepada  murid-muridnya].

Akhirnya, tulisan  ini  dibuat agar kegiatan tulis  menulis menjadi karya yang  dapat diapresiasikan sebagaimana mestinya dan  memotivasi  siapapun yang membaca tulisan ini [terutama yang  belum pernah memulai menulis artikel]  untuk memulai menulis  tanpa  harus menunda/menunggu  … mulailah sekarang  juga ! Proses pembelajaran  akan terjadi seiring dengan berjalannya  waktu.  Selamat menulis :)

 

 

 

 

 

Just Do It … with heart

Pemanggangan biji kopi oleh sang owner

Just Do It …. with heart.

Ini  kalimat  sementara dalam benak saya  untuk merepresentasikan  nilai  yang saya dapat dari sosok pemilik Koffie Fabriek Aroma,  Pak Widya begitu beliau  biasa disapa. Tadi siang [20 Oktober 2007] merupakan kali ke dua  saya diajak tur singkat ke pabrik kopinya Jl. Banceuy No.51 Bandung. 

Bila pada kunjungan pertama beberapa bulan yang  lalu  saya  diajak  melihat bagaimana kopi itu diproses setelah dipetik, dijemur dan proses penyimpanannnya di gudang. Siang ini saya diajak melihat proses kopi itu dipanggang yang dilakukan sendiri  oleh  Pak Widya sang pemilik (lihat foto di atas).

Setiap kali  bertemu dengannya, saya  selalu mendapat banyak pelajaran darinya. Salah satu diantaranya bahwa kopi yang dijual harus fresh (kopi  yang  dijual hari itu adalah produksi hari itu juga, lihat  saja  stempel tanggal produksi (bukan tanggal  kadaluarsa) pada  bungkusannya,  jadi benar-benar fresh) serta bagaimana keteguhannya  untuk memproses penyimpanan kopi  sampai   8 tahun agar kadar asamnya seminimal mungkin sehingga menjadikan kopi itu benar-benar berkualitas, wow  mengagumkan prinsipnya … pikiran saya langsung  membandingkan kondisi sebaliknya yang dilakukan  oknum pelaku bisnis  dalam bentuk cara pragmatis  hanya  untuk mengejar keuntungan besar dan mengorbankan apa  yang layak didapat konsumen (masih ingat kasus bakso boraks, makanan/minuman  dengan zat perwarna kain dan modus  penipuan lainnya?). 

Nilai  lain yang saya dapat adalah kesederhanannya, dengan  baju seragam coklat (layaknya baju seragam operator pabrik) dan initiatifnya turun langsung melakukan pemanggangan kopi sendiri (lihat foto atas) adalah pandangan  yang tak lazim untuk ukuran seorang  owner pabrik kopi, dosen wirausaha/manajemen di beberapa perguruan tinggi di Bandung ini.

Nilai kesederhanaan yang saya  tangkap ini, tentu saja hanya bisa  dilakukan dengan hati, singkatnya  just do it … with heart  (lakukan lah …  dengan hati … hati yang tulus). So apakah   nilai-nilai ini (just do it … with heart)  juga ada pada kita,  yang sehari-hari larut dalam rutintas pekerjaan?  Anda sendiri yang  tahu   :)

Tulisan ini saya buat sebagai wujud apresiasi saya  atas  keramahtamanan (hospitality), pembelajaran yang saya dapat dari Pak Widya, pelayanannya  kepada pembeli tanpa  membedakan status sosialnya (dari mulai  tukang becak , pedagang kecil, sampai  pemilik kafe  kopi yang menjadi langganannya), serta keharuman kopi-nya  yang selalu “menyapa” saya  lewat hembusan angin     saat  membuka jendela kamar setiap bangun  pagi (waktu  dulu  tinggal  di daerah Banceuy) :)

nb: bagi yang  ingin tahu tentang  Kopi Aroma ini, ada beberapa link yang membahas tentang  ini  termasuk sisi humanis dari sarjana ekonomi Universitas Padjajaran dan lulusan  akademi  kopi di Singapura pada era 1970an ini :

 http://www.kompas.com/kompas-cetak/0305/28/EsFoto/336226.htm

 http://dessiwulan.multiply.com/journal/item/52/AROMA_KOPI_AROMA

http://asmarakata.blogspot.com/2006/02/koffie-fabriek-aroma-bandoeng.html

http://deesm.multiply.com/photos/album/58?&album=58&view:replies=reverse

http://marchellinus.multiply.com/journal/item/1/Aroma_Koffie_Fabriek

« Newer Posts