Iringan Syukuran Rakyat

Rangkaian kegiatan pemilihan presiden (pilpres 2014) tentu menarik perhatian khalayak banyak termasuk  saya meski tidak seaktif para relawan dalam badan organik relawan resmi, simpatisan dan aktivis partai politik pendukung. Entah kenapa, saya yang notabene bukan jurnalis atau pihak yang punya akses di sekitar Jokowi saat beraktifitas publik, beberapa kali punya kesempatan bisa mengikuti kegiatan berkaitan dengan pilpres 2014 mulai  dari pendaftaran capres-cawapres 19 Mei 2014 di KPU, konser salam dua jari, iringan presiden-wapres dalam rangka syukuran rakyat mulai dari sekitar Bundaran HI, Istana Merdeka sampai kegiatan konser salam tiga jari di  Monas malam 20 Oktobter lalu. Berhubung sejak pengambilan sumpah dan janji presiden dan wapres, maka pada posting ini hanya memaparkan suasana selama kegiatan iringan syukuran rakyat saja. Kegiatan sebelumnya (selama kampanye pilpres 2014) biarlah jadi kenangan saja, sekarang move on “Salam Tiga Jari” Persatuan Indonesia. Saya berusaha merekam suasana dalam bentuk gambar, video dan kata serta mengemasnya menembus sekat-sekat perbedaan kontraproduktif  dua kubu yang mungkin  timbul selama kampanye pilpres lalu, membawa spirit dari kemenangan demokrasi, keberagaman kita masyarakat Indonesia untuk  memperkuat sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

I. Iringan Syukuran Rakyat (Bundaran HI, MH Thamrin, Jl. Merdeka Barat)RI1RI2motorcade [Iringan Syukuran Rakyat 20 Oktober 2014 by JM Zacharias]

Iringan mobil Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla berjalan lambat sebelum mendekati Bundaran HI.  Jokowi duduk di sisi kiri belakang, membuka kaca jendela, masyarakat pun tak menyianyikan kesempatan untuk memotret dari dekat.

KeretaKudaBundaranHI_2 [Iringan Syukuran Rakyat 20 Oktober 2014 by JM Zacharias]

Berada ditengah lautan massa sekitar Bundaran HI, Jokowi dan Jusuf Kalla membalas salam, menjabat tangan dan berkomunikasi singkat dengan orang yang berada di dekatnya. Salam tiga jari pun menggema tidak terkecuali dari tangan pengemudi kereta kuda.

KeretaKudaBundaranHI [Iringan Syukuran Rakyat 20 Oktober 2014 by JM Zacharias]

Merekam gaya komunikasi apa adanya (otentik), tidak bersekat untuk bertemu dengan siapa saja dan dimana saja (blusukan style) sang presiden. Jokowi JK pun melepaskan jas hitam dengan kemeja putih tergulung hangat memberi salam.

Thamrin2 [Iringan Syukuran Rakyat 20 Oktober 2014 by JM Zacharias]Keberadaan Jokowee (mirip Jokowi, saya belum tahu nama aslinya meski telah membintangi salah satu iklan tv) menyegarkan suasana sekitar Bundaran HI, orang-orang yang tidak dapat kesempatan langsung berjabat dan berfoto dengan Jokowi pun penuh antusias berfoto bersamanya.

Thamrin3 [Iringan Syukuran Rakyat 20 Oktober 2014 by JM ZachariasBadut [Iringan Syukuran Rakyat 20 Oktober 2014 by JM Zacharias]Berbagai elemen masyarakat mengiringi Jokowi-JK menuju istana Merdeka, lengkap dengan kreativitasnya seperti aksi barongsai, perkusi dari barang bekas, barisan musik rakyat, badut, tarian, drum band dll. Masyarakat saling membaur saling berbagi kecerian, berfoto bersama.

Thamrin [Iringan Syukuran Rakyat 20 Oktober 2014 by JM Zacharias]Di tengah keriuhan kegembiraan, selalu ada  yang punya kepedulian salah satunya sukarelawan kebersihan yang setia memungut sampah di jalan yang dilewati selama acara berlangsung. Cool!

II. Istana Merdeka

Khusus hari itu, hari pengucapan sumpah dan janji Presiden 20 Oktober 2014 di samping pintu gerbang istana yang biasanya steril, masyarakat pun dapat berfoto bersama penjaga pos depan. Namun saat itu, tetap tidak bisa mengakses tepat di jalan depan pagar istana merdeka sebagai mana biasanya.

Kerumunan semakin banyak di sisi sebarang jalan dari sisi jalan yang disterilkan (dekat pagar), untuk melihat acara penyambutan presiden dan wakil presiden baru dan melepas presiden lama yang digagas mantan presiden SBY. Kemudian massa diperbolehkan mendekat tepat pada sisi luar pagar istana Merdeka, sesuatu yang sangat jarang terjadi berada ditempat yang biasanya steril tersebut. Sembari itu element masyarakat ada yang menyumbang atraksi drumband, tarian tradisional, memainkan alat musik dan musik yang memberi semangat nasionalisme (lihat video di bawah ini).

Keberadaan massa di sekitar pagar ini bisa jadi menarik perhatian Jokowi, sehingga ada kebijakan yang tidak pernah kami bayangkan sebelumnya. Massa yang berada di depan Istana Merdeka diperbolehkan masuk Istana Merdeka, foto di bawah dimasa massa sedang mengantri memasuki 4 unit metal detektor yang disediakan paspampres.

Istana1 [Iringan Syukuran Rakyat 20 Oktober 2014 by JM Zacharias ]

Begitu masuk di halaman Istana Merdeka, massa menikmati suasana Istana Merdeka dengan berselfie, berfoto bersama, ada yang leyeh-leyeh duduk bersama teman, pasangannya dan melingkar duduk bersama keluarga. Saya membayangkan suasana istana rakyat, istana yang tidak angker/sakral dari kontak rakyat biasa. Semua ceria dan bergembira.

Iistana2 [Iringan Syukuran Rakyat 20 Oktober 2014 by JM Zacharias]Istana3 [Iringan Syukuran Rakyat 20 Oktober 2014 by JM Zacharias]Ada juga elemen masyarakat dari Papua hadir mempersembahkan tari Papua. Kami semua yang menonton  turut larut dalam eforia dan semangat tarian tersebut, suasana batin seperti ini saling merasa bersaudara sebangsa dan tanah air  menjadi modal penting untuk terus mempersatukan bangsa dan melangkah maju.

Di sisi depan pas  tangga Istana Merdeka  serombongan ensambel musik dari Manado lengkap dengan alat musik uniknya yang terbuat dari bambu. Massa pun tersedot perhatian dan mengumpul tepat di depannya  menikmati dan mengapresiasi seni budaya kita dalam kebersamaan di hari bahagia ini.

Istana4 [Iringan Syukuran Rakyat 20 Oktober 2014 by JM Zacharias]

Istana5 [Iringan Syukuran Rakyat 20 Oktober 2014 by JM Zacharias]

Ada satu hal patut diapresiasi, saat masyarakat diperbolehkan masuk dan menikmati suasana halaman Istana Merdeka selama 1-1,5 jam untuk kemudian diminta meninggalkan halaman Istana karena akan dipergunakan untuk persiapan dalam menerima tamu negara. Massa pun dapat tertib meninggalkan istana Merdeka dan halaman istana kembali lengang dan bersih seperti sedia kala. Keren!

 

 III. Syukuran Rakyat & Konser Salam Tiga Jari di Monas

Massa pun bergerak ke lapangan Monas untuk mengikuti acara terakhir dari Syukuran Rakyat (Konser Tiga Jari) dimana Presiden Joko Widodo akan berpidato di depan rakyat. Senja sudah mulai merasuk, kesibukan terus bertambah, panitia, awak media telivisi, aparat keamanan sibuk mengamankan acara yang dimulai malam hari ini.

Masyarakat pun tumpah di sekitar halaman monas menikmati senja, anak-anak masih bermain layang-layang, penjaja minuman/makanan laris manis dipadati pembeli. Semua kalangan masyarakat menikmati suasana peralihan  senja ke malam duduk beralaskan koran sambil bercengkeraman dengan sahabat, pasangan dan kerabat. Oh ini pesta rakyat yang pernah saya lihat dan rasakan, semua kalangan menikmati.

Monas2 [Iringan Syukuran Rakyat 20 Oktober 2014 by JM Zacharias]

Acara Syukuran Rakyat mulai semakin berdenyut saat kedatangan Jokowi, yang hadir selalu tidak lupa menyapa dan mendatangi masyarakat berdiri agak jauh yang memanggil namanya berulang kali. Untuk kemudian Jokowi  berdialog singkat penuh kehangatan. Syukuran Rakyat dimulai dengan pidato Jokowi yang menyapa semua elemen masyarakat dan profesi yang menjadi perhatiannya selama kampanye sambil menekankan untuk berkerja sama, bergerak dan bekerja keras. Ada doa dari lintas agama yang dipimpin oleh KH Hasyim Muzadi diakhiri dengan pemotongan tumpeng oleh Presiden Joko Widodo. Menariknya saat acara pemotongan tumpeng, piring nasi kuning diberikan Jokowi secara simbolis kepada seorang ibu tulung punggung keluarga yang berprofesi sebagai supir taksi, pedagang pasar di Jayapura dan seorang anak remaja berprestasi.

Monas1 [Iringan Syukuran Rakyat 20 Oktober 2014 by JM Zacharias]

Monas3 [Iringan Syukuran Rakyat 20 Oktober 2014 by JM Zacharias]

Acara Syukuran Rakyat kemudian dilanjutkan pelapasan lampion, sajian pertunjukan musik dari penyanyi dan grup band papan atas di tanah air termasuk juga penampilan grup band asal Inggris Arkana. Keriuahan malam itu juga merambah ke sisi di luar panggung, sisi halaman di sekitar Monas ada beberapa stasiun tv yang meliput dengan panggung dan spot untuk acara live. Masyarakat pun juga berkeliling melihat apa saja yang dijajakan pedagang pada masing-masing lapaktermasuk menikmati aneka permainan khas pasar malam. Ah, menyenangkan sekali semua rakyat berbaur dengan pesta yang tidak harus mewah namun bisa menyambung suasana kebersamaan sebagai rakyat Indonesia sekaligus bersyukur bahwa mulai hari itu rakyat Indonesia  punya presiden dan wapres baru yang siap bekerja untuk bangsa. Namun yang lebih penting dari itu, ini syukuran atas kemenangan dari proses demokrasi kita (rakyat punya hak memilih pemimpinannya) yang berlangsung damai tertib dan memberi prospek cerah dalam berbangsa dan bernegara. Terima kasih Tuhan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s